Mengenal Djaendar Lumban Gaol, Sang Pencipta Lagu Raja Lumban Gaol

JAKARTA EditorPublik.com, Dikalangan komunitas artis musik terutama artis artis Batak, nama Djaendar J Lumban Gaol sudah tidak asing lagi. Lahir di Parik Sinomba, Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, 21 Desember 1955 yang lalu, dirinya telah banyak menciptakan berbagai lagu, baik lagu pop maupun lagu rohani dan koor.

Djaendar Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemda DKI Jakarta ini, telah menyelesaikan pengabdiannya kepada Negara dan telah memasuki masa pensiun pada tahun 2011. Pasca pensiun dari PNS, bakat dan naluri musiknya justru semakin tereksplorasi dengan maksimal, membuat dirinya mampu melahirkan dan membina talenta artis artis  baru dikalangan generasi muda Batak khususnya.

Djaendar yang meraih jenjang pendidikan S2 ini, sudah menorehkan sejumlah prestasi yang sangat membanggakan dengan menciptakan ratusan lagu, baik yang dinyanyikan secara solo maupun trio. Bahkan sejumlah paduan suara Koor di berbagai Gereja, menyanyikan lagu lagu hasil ciptaanya.

Ditemui di rumahnya disebuah perumahan di Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi, EditorPublik.com berkesempatan berbincang bicang mengenai kariernya sebagai pencipta lagu. Menurut Djaendar, kariernya sebagai pencipta lagu dimulai sejak tahun 1979, dengan lagu ciptaan perdananya yang booming, berjudul Rap Hita Nadua yang dinyanyikan Trio The Star pada tahun 1981.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Reklame Kota Bekasi Lampaui Target

Saat ini sudah ratusan lagu hasil ciptaanya yang sukses dinyanyikan sejumlah artis dan paduan suara di seluruh Indonesia. Djaendar menyebutkan sejumlah lagu gubahannya itu terekam dalam bentuk pita kaset maupun VCD.

Selain sebagai pencipta lagu, Djaendar juga melibatkan dirinya untuk membina langsung sejumlah Trio Artis artis Batak, seperti Pasima Trio, Gabema Trio Vol 1 sampai Vol 3, Amura Trio, Arghana Trio, La Hobas.

Sejumlah lagu ciptaanya yang pernah Hits seperti: Tiamsa 1 (Gabema Trio), Tiamsa 4 (Amura Trio dan Gabema Trio), Tiamsa 6 (Gabema Trio), Holan Nipi (Argana Trio) Tahuak Manuk (Arghana Trio), Bunga Tanda Mata (Gabema Trio), Pudun Pate (La’Hobas Trio), I’II Remember/My Love (Amura Trio), Menara Kembar yang dipopulerkan Erick Sihotang dan Lagu sebagai percontohan Accustic Vocal  Group DKI Jakarta “Kuharap Kau Kembali” 2004.

Sebagai buah dari pengabdiannya dalam dunia musik, Djaendar pun berhasil mendapatkan beberapa penghargaan seperti:

  1. Penghargaan Lomba Cipta Lagu OBAMA (Operasi Bhakti ABRI Manunggal Aksara) Depdikbud TK Nasional Tahun 1997.
  • Penghargaan Lomba Cipta Puisi IMPPI  Universitas Sumatera Utara (IMPPI-USU)  Medan Tk Nasional Tahun 1997/1998.
  • Penghargaan Lomba Cipta Lagu Gereja Katholik Tk Nasional Tahun 2003
Baca Juga :  Dipecat dari Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro Legowo dan Ikhlas

Ditambahkan Djaendar, selain menciptakan lagu lagu pop, dirinya juga telah menciptakan puluhan lagu bernotasi empat suara atau berbentuk koor. Diantaranya 26 lagu oleh Koor Ama Siontara dan 4 buah lagu Koor Ama Immanuel dan lainnya. Ratusan Puisi dan beberapa Cerpen di muat di berbagai majalah rohani dan surat kabar Ibukota.

LAGU RAJA LUMBAN GAOL

Teranyar, pada penghujung tahun 2019, Djaendar pun membuat sebuah lagu yang diciptakan khusus untuk Pesta Bona Taon Punguan Lumban Gaol dohot Boruna 2020, atas permintaan sejumlah penetua Marga Lumban Gaol untuk membuat sebuah lagu dengan judul Raja Lumban Gaol.

Akhirnya Lagu RAJA LUMBAN GAOL ciptaanya pun  menggema di Pesta Bona Taon Lumban Gaol & Boruna yang dilangsungkan di Gedung Mulia Jakarta Timur, Minggu (19/1/2020), yang dinyanyikan secara khusus oleh artis artis Lumban Gaol – Luga Singer.

Launching Lagu Raja Lumban Gaol berhasil memukau lebih 2.000 hadirin dan undangan yang memenuhi gedung Mulia. Sejumlah tokoh dan penatua Marga Lumban Gaol yang hadir menyaksikan dan mendengarkan lagu ciptaanya  ikut memberikan pujian dengan applaus tepuk tangan gemuruh dari semua hadirin.

Baca Juga :  Hujan Angin Aduk aduk Kota Madiun, SMPN 7 Hancur Tertimpa Beringin Raksasa

Wajah sumeringah dan pujian rasa puas dinyatakan sejumlah tokoh Lumban Gaol yang hadir, seperti Calon Bupati Humbahas Baginda Polin Lumban Gaol, Paniroi Punguan Lumban Gaol Se jabodetabek, St.Parsaoran Lumban Gaol, Parsinabung Rallen Lumban Gaol, Ketua Umum terpilih kali kedua, St.Sabar Lumban Gaol, Ketua Panitia Bona Taon, St.Talupan Lumban Gaol, Sekretaris Bona Taon, Hendry Lumban Gaol, ST, dan sejumlah tokoh Lumban Gaol lainnya seperti, Waller Lumban Gaol, Tumpak Lumban Gaol, Poltak Efendy Lumban Gaol, Bitler Lumban Gaol,dan Brigjend TNI Midian Lumban Gaol.

Bahkan saat sebelum meminta Tua ni Gondang Penatua Rallen Lumban Gaol meminta agar Lagu Raja Lumban Gaol kembali dinyayikan seluruh hadirin, menjadi bukti bahwa lagu ciptaanya sangat disukai dan diapresiasi seluruh hadirin.

“ Lagu Raja Lumban Gaol, sangat luar biasa dan seperti memiliki kekuatan,” kata Ketua Umum St.Sabar Lumban Gaol.

Pesta Bona Taon Lumban Gaol & Boruna 2020, melibatkan 19 orang artis marga Lumban Gaol yang menamakan diri LUGA SINGER. (Seven Boys Meha Lumban Gaol)

Bagikan :