Berupaya Rebut Senjata Polisi, Pengedar Narkoba Tewas Ditembak

KOTA BEKASI EditorPublik.com, Tindakan tegas dan terukur terpaksa dilakukan anggota Sub Unit 1 Sat Narkoba Polres Metro Bekasi Kota terhadap terduga pengedar narkoba inisial BJ, ketika berupaya melakukan perlawanan terhadap petugas kepolisian saat diminta menunjukkan rumah bandar sabu berinisial AG yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hal itu dikatakan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Widjonarko, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (5/2/2020). 

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Widjonarko mengatakan, tindakan tegas terpaksa dilakukan petugas saat pengembangan kasus yang melibatkan gembong narkoba junis sabu. BJ tewas ditembak polisi di Jalan Raya Cikunir Bekasi Selatan.

Barang Bukti Sabu yang diperlihatkan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol.Widjanarko

Pelaku tewas setelah dihadiahi timah panas, setelah pelaku berupaya merebut senjata api milik anggota kepolisian, Selasa (4/2/2020) sekitar pukul 01.30 WIB dinihari. Pelaku sempat dilarikan ke rumah sakit, namun pada Rabu (5/2/2020) pagi, pelaku dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga :  Ribuan Penari Silat Ujungan Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-73

“ Tindakan pelaku yang berupaya merebut pistol anggota, sangat membahayakan petugas, sehingga terpaksa ditembak,” kata Kombes Pol Widjanarko.

Dijelaskan Kapolres Widjanarko, kronologis kejadian bermula ketika petugas menangkap pelaku di Jalan Kartini,  Margahayu Bekasi Timur, dari tangan pelaku petugas menemukan narkoba jenis sabu seberat 0.3 gram siap jual. Dari pengembangan kasus, petugas kepolisian kembali berhasil menyita sebanyak 1,2 kilogram sabu yang disimpan pelaku di kamar kosnya di Jalan Bambu Kuning Selatan, Kelurahan Bojong Rawa Lumbu Kota Bekasi.

Kemudian, menurut Kombes Pol Widjanarko, penyidik meminta pelaku untuk mengentarkan petugas menunjukkan persembunyian bandar besarnya. “ Namun ditengah perjalanan di jalan Raya Cikunir Bekasi Selatan, pelaku melakukan perlawanan dengan mencoba merebut senjata jenis pistol milik petugas , sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan terukur dengan melakukan penembakan.” Pungkas Widjonarko. (MEHA)

Bagikan :