Atlit Volly Pro Liga Tidak Lolos PPDB Lewat Jalur Prestasi ke SMAN 1 Kota Bekasi

KOTA BEKASI EditorPublik.com – Tidak jelasnya acuan penilaian dan tidak transparannya pengumuman PPDB SMAN/SMKN di Kota Bekasi, sejumlah sekolah akan dilaporkan ke Ombusdman RI. Saat ini, di pengumuman hanya muncul nama siswa yang diterima dan asal sekolah. Rekapitulasi nilai skor akhir tidak dimunculkan, sehingga mengundang tanda tanya. Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan siswa yang lolos menjadi kewenangan mutlak Kepala Sekolah melalui rapat Dewan Guru dan Panitia PPDB pihak sekolah. 

Kasus tidak transparannya PPDB seperti calon siswi yang merupakan atlit nasional bola volly Pro Liga namun tidak diterima di SMAN 1 Bekasi melalui jalur prestasi kejuaraan.

Menurut Pemerhati Kebijakan Publik dan Pendidikan Kota Bekasi, Didit Susilo, masyarakat bisa melaporkan kekisruhan PPDB online ke Ombusdman RI, dengan disertai bukti-bukti yang ada. Bisa juga Disdik Provinsi Jabar di PTUN kan karena banyak ditemukan kejanggalan. ” Jangan karena sedang pandemi menjadi alasan dan pihak sekolah tidak melakukan juklak juknis PPDB secara benar dan terbuka. Jika pelanggarannya masif patut diduga pihak sekolah bermain,” tegas Didit.

Baca Juga :  Sempat Viral di Medsos, Polres Jakarta Barat Ciduk Pelaku Jambret
Didit Susilo, Pemerhati Kebijakan Publik dan Pendidikan Bekasi

Yang bersangkutan hanya mendapatkan pengumuman tidak diterima. 

Mensikapi kasus tersebut pihak sekolah harus bisa menjelaskan secara transparan alasan tidak diterimanya sementara siswi merupakan atlit nasional Pro Liga. 

” Ini aneh dan diluar ketentuan yang ada, jika sudah atlit Pro Liga jelas atlit profesional. Terus yang menjadi tolak ukur prestasi kejuaraan/perlombaan itu apa,” ujar Pemerhati Kebijakan Publik dan Pendidikan Bekasi, Didit Susilo.

Ditegaskannya, saat ini dari tanggal 25 Juni hingga 1 Juli dibuka pendaftaran tahap 2 untuk jalur zonasi kombinasi. Dia berharap untuk tahap 2 ada perbaikan dibuka akses seluas luasnya, orangtua murid untuk mendapatkan informasi yang transparan . 

” Ini jalur zonasi/jarak banyak celah cara ilegal untuk meloloskan siswa titipan,” katanya mewanti wanti.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Terima Bantuan Yayasan Buddha Tsu Chi Indonesia

Terpisah, Kepala Cabang Dinas, Casmadi ketika dimintai pendapat terkait atlit Volly Pro Liga yang tidak diterima lewat jalur prestasi ke SMAN 1 Kota Bekasi, justru melempar masalah ke pihak sekolah.

“Atlit Nasional yang mau masuk SMA 1 banyak. coba klarifikasi dengan panitia SMA I pasti mereka ada alasan yang tepat, karena dari laporan Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bekasi,  yang tidak masuk hampir delapan ratusan melalui jalur prestasi. Berarti memang persainganya luar biasa” jawab Casmadi lewat pesan WhatsApp nya. 

Sampai berita ini diturunkan, EditorPublik.com masih berusaha mendapatkan keterangan dari pihak SMAN 1 Kota Bekasi terkait hal ini. (MEHA)

Bagikan :