Polisi Diminta Usut Tuntas Dugaan Suap Proyek di Dinas Pertanian Kabupaten Humbahas

HUMBAHAS EditorPublik.com – Sejumlah pihak meminta  kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan suap fee proyek di lingkungan Dinas Pertanian Humbahas yang saat ini sudah viral. Diketahui video viral itu menyeret nama pejabat teras di Dinas Peranian.

“Tentunya, kita selaku anak rantau putra Humbahas berharap polisi mengusut tuntas penangan kasus video viral dugaan suap fee proyek itu. Ini penting, agar ada kepastian hukum,” ujar M Hendra SH salah seorang praktisi Hukum kepada editorpublik.com Kamis (19/11).

Selain untuk kepastian hukum, lanjut Hendra, penanganan yang serius perlu dilakukan untuk menghindari pemikiran pemikiran negatif di kalangan masyarakat.

“Intinya begini, bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Itu nanti. Sekarang kepastian hukumnya dulu yang dicari. Sehingga tidak ada opini negatif terkait penangan kasus tersebut,” tandasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Santo Yohanes Paulus II Bekasi

Sementara Kasat Reskrim Polres Humbahas, AKP JH Tarigan, menjelaskan bahwa kasus itu masih dalam penyelidikan.

“Masih dalam penyelidikan bro. Masih kita tangani hinga saat ini,” jawabnya melalui pesan whatshapnya.

Ditanya soal kemungkinan status lidik ditingkatkan menjadi sidik, lagi – lagi Tarigan menyebut masih dalam penyelidikan.

“Sampai saat ini belum.. masih kita lanjutkan penyelidikan,” tulisnya.

Sayangnya Kepala Inspektorat Humbahas belum memberi keterangan sekaitan langkah apa yang telah dilakukan pihaknya terkait kasus video viral tersebut.

Sebelumnya diberitakan Aparat pengawasan interen pemerintah (APIP) Humbang Hasundutan (Humbahas) terkesan membiarkan bahkan tertutup soal video viral dugaan suap fee proyek di Dinas Pertanian Humbahas.

Sekedar untuk diketahui sebuah video pembahsan tawar menawar besaran fee proyek pada Dinas Pertanian Humbahas viral.

Baca Juga :  Kota Bekasi Raih Penghargaan Kota Toleran 2021

Bahkan dalam perbincangan dalam video tersebut Kadis pertanian dengan terang – terangan mengambil uang pemberian dari seseorang yang meminta pekerjaan proyek. (L.Agv)

Bagikan :