Pemkot Bekasi Pasang 78 Titik PJU Baru di Kampung Pulo Jatikarya

KOTA BEKASI EditorPublik.com – Penerangan Jalan Umum, sebagai sarana yang menggunakan tenaga listrik yang dipasang di kawasan milik jalan berfungsi untuk memberikan penerangan dan keamanan bagi pengguna jalan. Dari informasi yang dihimpun di Kota Bekasi, sebagaimana diungkapkan kepala dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, H Arief Maulana kepada awak media, bahwa setidaknya dibutuhkan 80.000 unit lampu untuk menerangi seluruh jalan umum di Kota Bekasi. Jumlah tersebut masih jauh kurang dari kebutuhan, sebab hingga yang sudah terpasang ada sekitar 37.000 lebih titik PJU, artinya masih baru 40% terpenuhi. Untuk itu secara bertahap pemerintah Kota Bekasi akan memenuhi kebutuhan sarana lampu PJU sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Salah satunya adalah upaya pemasangan PJU di kampung Pulo, kelurahan Jatikarya.

Warga yang tinggal di wilayah Kapung Pulo, khususnya di RW 09 kelurahan Jatikarya kecamatan Jati Sampurna Kota Bekasi kini semakin lega dan bahagia setelah kampung mereka kini telah diterangi lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) baru, sejumlah 78 titik oleh Pemrintah Kota Bekasi pada unit kerja bidang PJU dan Taman, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).

Baca Juga :  Ahmad Syaikhu Minta Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi

Salah seorang warga, bernama Bang Ade yang sekaligus sebagai pedagang es kelapa segar di pinggir jalan raya Pulo, RW 9 saat dijumpai di lokasi dagangannya  menuturkan masyarakat di kampungnya kini sangat senang dan gembira setelah dilakukan kegiatan pemasangan lampu PJU yang Baru. “Alhamdulillah, kondisi kampung kami sejak dua bulan ini semakin terang, suasana di sekitar danau Setu ini semakin nyaman untuk bersantai dan memancing ikan, pemandangan danau pada malam hari  tampak semakin indah dari sinaran pancaran cahaya lampu PJU yang terang benderang, kegiatan kami dalam berdagang dan usaha pun semakin bersemangat untuk mencari nafkah”, ujarnya .

Dijelaskannya, kondisi pemukiman warga, khususnya jalan Pulo dan Kalimanggis sebagai dampak pembangunan jalan tol menjadi terbelah menjadi dua sejak beberapa tahun silam.  Apalagi bagi warga yang tinggalnya dibawah kolong jembatan jalan tol tersebut, sungguh gelap dan menyeramkan. Tapi untunglah kini setelah pemasangan lampu PJU kondisi berubah menjadi terang benderang, kita tentu berterima kasih kepada pemerintah Kota Bekasi atas dibangunannya sarana PJU baru ini. Mudah-mudahan kedepan jumlah titik titik penerangan semakin ditambah dan semoga  pula lampu PJUnya tidak mudah padam dan kalaupun padam kita harap segera dapat diganti dan dinyalakan kembali agar suasana akampung atau pemukiman warga menjadi terang, aman dan nyaman, ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Kota Bekasi Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Lebih jauh, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada bidang PJU dan Taman Dinas BMSDA Kota Bekasi Sunaryo menuturkan kegiatan pemasangan PJU di Kampung Pulo  dikerjakan oleh rekanan CV Ringin Putra Wisesa dengan nilai Rp 329 557 915 pada kegiatan Pemanfaatan dan Pemeliharaan Infrastruktur Kawasan Permukiman di Daerah, Penerangan Lampu PJU  di Jalan Pulo, kelurahan Jati Karya, kecamatan Jati Sampurna Kota Bekasi. Hingga saat ini rekanan telah menyelesaikan seluruh item kegiatan dengan baik dan sesuai dengan waktu yang tersedia dan spesifikasi pekerjaan. Dipilihnya lokasi jalan Pulo, kelurahan Jati Karya tersebut adalah berawal dari surat permintaan atau usulan dari warga setempat. Sebagaimana diketahui bahwa dampak dari pembangunan ruas jalan Tol Cimanggis-Cibitung oleh pengelelola jalan tol telah berdampak kondisi wilayah pemukiman seakan terbelah oleh ruas jalan tol dan diperparah lagi dengan pihak pengelola jalan tol belum memasang penerangan jalan umun (PJU) disana, maka jadilah kampung atau pemukiman yang gelap.

Baca Juga :  Nota Pengantar Bupati Humbahas Atas Ranperda Tentang RPJMD 2021-2026 Diparipurnakan

Nah, atas pemintaan warga tadi maka dinas BMSDA bidang PJU dan Taman melakukan kegiatan pemasangan PJU yang baru, dengan kapasitas 90 watt, bohlam LED (Light Emitting Diode) di 78 titik tiang PJU. Kwalitas bohlam LED diyakini lebih baik dari yang lain dan lebih efisien. Sunaryo juga berharap kiranya warga dapat menjaga dan merawat lampu PJU dengan baik  sehingga berdampak positif bagi warga dalam berbagai hal, termasuk keamanan wilayah, kenyamanan pengguna jalan hingga peningkatan aktivitas ekonomi bagi pedagang dan lain sebagainya. Bahkan masyarakat juga dapat melaporkan ke pihak PJU apabila ada ditemukan kondisi lampu yang padam, sehingga nantinya segera dapat dilakukan perbaikan. “Alhamdulillah, selama kegiatan proyek ini berlangsung, semua berjalan dengan lancar, sesuai dengan time schedule dan rekanan dapat bekerja secara maksimal,  ujarnya, (Msk)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *