Diduga Pertalite Bercampur Air di SPBU Bekasi, Tiga Orang Jadi Tersangka

KOTA BEKASI EditorPublik.com – Polres Metro Bekasi Kota menetapkan tiga orang sebagai tersangka, masing masing inisial NN  sopir tangki, MA kenek dan EK selaku sekuriti SPBU atas dugaan tercampurnya air dengan pertalite di salah satu SPBU jalan Juanda Kota Bekasi

Mendapat laporan masyarakat, Polres Metro Bekasi Kota langsung menerjunkan anggotanaya ke lokasi untuk melakukan pengecekan, termasuk, meminta keterangan dari supervisor SPBU. Dalam kesempatan itu, polisi turut menyita dua botol berukuran masing-masing 600 ml berisi sampel Pertalite yang diduga bercampur dengan air.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi melalui Bidang Metrologi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagerin) juga telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu lokasi SPBU di Jl. Ir. H. Juanda Kota Bekasi (dekat bulan bulan) atas laporan aduan masyarakat tentang beberapa kendaraan Roda dua dan Roda empat mogok setelah mengisi BBM Pertalite di SPBU tersebut.

Baca Juga :  Dani Ramdan, Pj Bupati Bekasi Buka Festival Kuliner Tahun 2021

Keesokan harinya, sekitar pukul 12.00 WIB kepolisian bersama pihak Pertamina regional Jawa bagian barat melakukan pengecekan langsung ke lokasi SPBU.

“Terdapat 4 dispenser BBM Pertalite yang diduga bercampur dengan air dan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kebocoran pada tangki,” ucap Firdaus, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Rabu (27/3/2024).

Malam harinya, polisi dan pihak Pertamina berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku yang merupakan AMT (awak mobil tangki) di Karawang. Kepolisian terus melakukan pengembangan dan kembali menangkap tiga terduga pelaku.

“Tim Satreskrim turut mengamankan barang bukti selang air dan selang lison yang digunakan para pelaku untuk melalukan tindak pidana penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi jenis Pertalite,” tutur Firdaus.

Baca Juga :  Viral Bensin Bercampur Air, Disdagperin Kota Bekasi Sidak SPBU

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata hanya tiga orang saja yang terlibat dalam tindak kejahatan ini. Aksinya bermula saat tersangka Nana dan MA mengirimkan 32 kiloliter Pertalite dari depot pool terminal Cikampek.

Tujuan pertama mereka adalah SPBU di daerah Karawang dan menurunkan sebanyak 8 kiloliter Pertalite. Di sana, kedua tersangka lantas membuat sebuah penawaran kepada tersangka Engkos selaku sekuriti SPBU.

“Dan tersangka Engkos menerima tawarannya selanjutnya tersangka Nana dan Apip menurunkan kembali BBM pertalite sebanyak 1.800 liter dengan cara memasang selang lison dari mobil tangki BBM jenis Pertalite ke dombak (ruang kosong penyimpanan),” tutur Firdaus.

“Setelah itu tersangka NN dan Ap menerima uang sebanyak Rp14 juta, kemudian tersangka Nana dan Apip mengisi air ke dalam kompartemen 4 yang nanti nya akan diturunkan di SPBU 3417107 (TKP). selanjutnya pelaku NANA dan pelaku APIN melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya yaitu SPBU 3417107 Juanda kota bekasi (TKP) dan menurunkan BBM jenis pertalite yang sudah terkontaminasi dengan air,” imbuhnya.

Baca Juga :  Rahmat Effendi Raih Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU Perubahan atas Pasal 55 UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Migas.(Msk)

Bagikan :