Bekasi RayaBerita UtamaHukumOlahragaPolitikPorprov Jabar

Renovasi Lapangan Multiguna Mangkrak, Venue Atletik Porprov Bekasi Dialihkan

KOTA BEKASI, EditorPublik.com – Persiapan pertandingan cabang olahraga (cabor) atletik pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi diwarnai persoalan kesiapan infrastruktur. Lapangan Multiguna di kawasan Margahayu, Bekasi Timur, yang sebelumnya diproyeksikan menjadi salah satu venue pertandingan, mangkrak dan akhirnya tidak dapat digunakan karena proses revitalisasi belum rampung.

Kondisi tersebut memaksa Panitia Besar (PB) Porprov XV Jawa Barat menyiapkan lokasi alternatif agar seluruh rangkaian pertandingan atletik tetap dapat berlangsung sesuai jadwal.

Sejumlah nomor pertandingan yang semula direncanakan berlangsung di Lapangan Multiguna, termasuk nomor lempar lembing dan tolak peluru, kini dialihkan ke lokasi lain. Dua venue yang disiapkan adalah Stadion Patriot Candrabhaga dan kawasan Harapan Indah.

Sekretaris PB Porprov Jawa Barat, Arwani, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, mengarahkan agar persoalan teknis pemindahan venue dikonfirmasi langsung kepada panitia pelaksana (Panpel) atletik.

“Untuk masalah teknisnya, silakan tanyakan ke Panpel atletik, Bapak Ajie Nasution,” ujar Arwani melalui sambungan telepon seluler, Rabu (4/11/2026) siang.

Dikonfirmasi secara terpisah, Panpel Atletik Porprov XV Jawa Barat, Ajie Nasution, membenarkan bahwa Lapangan Multiguna tidak lagi digunakan sebagai venue pertandingan.

Menurut Ajie, seluruh nomor atletik akan dipusatkan di dua lokasi dengan pembagian sesuai karakteristik pertandingan.

“Stadion Patriot Candrabhaga akan menjadi lokasi pertandingan seluruh nomor lari jarak pendek dan menengah, nomor lompat, serta nomor lempar. Sementara itu, kawasan Harapan Indah disiapkan untuk menggelar nomor maraton dan jalan cepat,” kata Ajie.

Anggaran Rp5,6 Miliar, tetapi Venue Tak Siap

Pengalihan venue tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan revitalisasi Lapangan Multiguna yang hingga menjelang pelaksanaan Porprov belum juga selesai.

Padahal, fasilitas olahraga di kawasan Margahayu itu sebelumnya disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026. Proyek revitalisasinya menggunakan anggaran APBD Kota Bekasi Tahun 2026 sebesar Rp5,6 miliar.

Pekerjaan tersebut mencakup pembenahan area lapangan hingga pagar keliling, dengan target penyelesaian pada awal November 2026.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, menyampaikan bahwa pengerjaan bagian dalam lapangan menjadi prioritas agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertandingan Porprov.

Namun, hingga jadwal pertandingan semakin dekat, fasilitas itu belum dapat digunakan sesuai peruntukannya. Akibatnya, panitia harus melakukan penyesuaian lokasi pertandingan di tengah persiapan kompetisi.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai perencanaan dan pengendalian proyek revitalisasi tersebut. Apalagi, pembangunan fasilitas olahraga yang dibiayai dari APBD semestinya memperhitungkan tenggat waktu pemanfaatan, terlebih ketika fasilitas itu telah diproyeksikan sebagai venue ajang olahraga tingkat provinsi.

Pemerintah Kota Bekasi perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab pekerjaan belum rampung sesuai target. Mulai dari progres fisik terakhir, kendala yang dihadapi pelaksana, hingga faktor yang menyebabkan fasilitas tersebut tidak siap digunakan menjelang Porprov.

Persoalan ini juga perlu dilihat dari sisi pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Dengan nilai proyek mencapai Rp5,6 miliar, publik berhak mengetahui sejauh mana pekerjaan telah direalisasikan dan apakah hasilnya sesuai dengan spesifikasi serta target yang telah ditetapkan.

Selain itu, perlu ada kepastian mengenai jadwal penyelesaian proyek dan rencana pemanfaatan Lapangan Multiguna setelah Porprov berakhir. Jangan sampai fasilitas yang dibangun menggunakan uang rakyat justru tidak memiliki kejelasan fungsi dan pemanfaatan setelah perhelatan olahraga selesai.

Kota Bekasi sendiri menjadi salah satu tuan rumah Porprov XV Jawa Barat 2026 bersama Kota Bogor dan Kota Depok. Ajang olahraga tersebut diikuti kontingen dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Pemindahan venue memang menjadi langkah antisipasi agar pertandingan atletik tidak terganggu. Namun, solusi tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan keterlambatan penyelesaian revitalisasi Lapangan Multiguna.

Sebab, keberhasilan menjadi tuan rumah Porprov tidak cukup hanya diukur dari kelancaran pertandingan dan perolehan medali. Kesiapan infrastruktur, ketepatan waktu penyelesaian proyek, transparansi penggunaan anggaran, serta keberlanjutan pemanfaatan fasilitas publik juga menjadi ukuran penting.

Jangan sampai sukses penyelenggaraan Porprov hanya terlihat di arena pertandingan, sementara persoalan pembangunan fasilitas yang dibiayai APBD justru luput dari pertanggungjawaban (Meha)