Bekasi RayaBerita UtamaOlahragaPorprov Jabar

Perpaduan Sunda-Betawi Meriahkan Pembukaan Porprov Jabar XV 2026

KOTA BEKASI EditorPublik.com – Nuansa budaya Sunda dan Betawi menjadi daya tarik tersendiri dalam pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (7/11/2026).

Ribuan pasang mata dibuat terpukau oleh pertunjukan seni yang menggabungkan kekayaan tradisi kedua budaya tersebut. Rampak kendang khas Sunda berpadu dengan irama musik Betawi, mengiringi penampilan tari ronggeng dan jaipong dalam balutan medley lagu-lagu daerah Jawa Barat.

Perpaduan seni tradisional itu bukan sekadar suguhan hiburan pembuka. Lebih dari itu, pertunjukan tersebut menjadi simbol persatuan dan keberagaman masyarakat Jawa Barat yang bertemu dalam satu panggung melalui pesta olahraga empat tahunan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang secara resmi membuka Porprov XV 2026 mengapresiasi konsep pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya daerah. Menurutnya, seni dan olahraga memiliki semangat yang sama, yakni menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Ia menilai Porprov bukan hanya menjadi ajang adu kemampuan dan perebutan prestasi antarkontingen, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan, gotong royong, serta kebersamaan dalam membangun Jawa Barat.

Dedi juga menyoroti dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dari penyelenggaraan pesta olahraga tersebut. Kehadiran atlet, ofisial, dan suporter dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor usaha di daerah penyelenggara.

“Porprov menghadirkan manfaat terhadap ekonomi, pelaku UMKM, tukang parkir, ojek, tukang dagang. Semua orang malam ini merayakan kebahagiaan, multiplier effect. Selamat berolahraga, jadilah juara sejati tanpa kecurangan karena olahraga mengajarkan sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyambut kehadiran seluruh kontingen yang akan berlaga di Kota Patriot. Ia berharap Porprov kali ini tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga menjadi pijakan bagi Jawa Barat untuk meraih hasil terbaik pada ajang olahraga nasional maupun internasional.

Tri menegaskan, semangat kebersamaan harus menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Porprov. Sebab, di tengah perbedaan daerah dan latar belakang budaya, olahraga mampu mempertemukan semua pihak dalam semangat persaudaraan.

“Olahraga menyatukan kita yang memiliki budaya masing-masing. Kami berharap selain sukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi, juga membawa kesuksesan merajut persaudaraan,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep pembukaan Porprov XV mengusung akulturasi budaya Sunda dan Betawi yang dikemas dengan sentuhan teknologi modern. Perpaduan tata cahaya laser, pertunjukan drone, serta desain panggung utama menjadi representasi Kota Bekasi sebagai daerah yang terus berkembang dan memiliki daya saing.

Menurut Tri, penyelenggaraan Porprov juga menjadi kesempatan bagi Kota Bekasi untuk memperkuat identitas sebagai kota olahraga atau Sport City sekaligus destinasi wisata olahraga atau Sport Tourism.

Melalui integrasi fasilitas olahraga dan kegiatan pendukung, pemerintah daerah berharap penyelenggaraan event olahraga mampu memberikan dampak berkelanjutan, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Perpaduan budaya Sunda dan Betawi dalam pembukaan Porprov XV juga memiliki makna tersendiri. Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jakarta menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang masyarakat, termasuk komunitas Sunda dan Betawi.

Dari Stadion Patriot Candrabhaga, pesan persatuan itu disampaikan melalui panggung seni dan olahraga. Sebuah pembuka yang menegaskan bahwa Porprov bukan semata tentang siapa yang meraih medali terbanyak, tetapi juga tentang persaudaraan, sportivitas, dan kebanggaan menjadi bagian dari Jawa Barat. (Msk)