Arvila Delitriana Sukses Sambungkan Jembatan Bentang Melengkung di Atas Flyover

JAKARTA EditorPublik.com, Arvila Delitriana Insinyur wanita lulusan Institut Tekhnologi Bandung (ITB) berhasil melewati  satu bagian tersulit konstruksi jalur Lintas Rel Terpadu atau LRT Jabodebek, yaitu jembatan bentang panjang yang melengkung 148 meter di atas flyover Kuningan.

Presiden Jokowi pun memberikan selamat atas tersambungnya Kuningan, Jakarta Selatan tersebut. “Sudah melayang di atas flyover, melengkung pula di ketinggian. Begitulah rumitnya pekerjaan jembatan bentang panjang untuk LRT Jabodebek yang melayang di atas flyover Kuningan, Jakarta Selatan ini,” tulis Jokowi dalam akun instagramnya.

Jembatan Sebelum Tersambung

Jokowi memuji , lulusan Institut Teknologi Bandung, yang berhasil merancang jembatan itu hingga tersambung dengan presisi sejak kemarin. Juga kepada PT Adhi Karya Tbk selaku pembangun.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Rakyat Indonesia Bangga TNI Selalu Terdepan Menjaga NKRI

“Bayangkanlah kehebatan konstruksi ini, membentang sepanjang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter dan menggunakan material beton seberat 9.688,8 ton atau setara dengan lebih tiga kali berat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Besi yang digunakan sejumlah 2.929,7 ton atau setara dengan lebih lima kali berat pesawat Airbus A-380,” lanjut Jokowi.

Jokowi menambahkan, tidak heran jika konstruksi ini mengukir dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI), yaitu sebagai jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan sebagai jembatan dengan pembebanan axial static loading test terbesar.

Menurut Jokowi, dengan tersambungnya salah satu bagian tersulit dari konstruksi jalur LRT Jabodebek ini maka proyek kereta LRT Jabodebek kian menampakkan hasil. LRT Jabodebek memiliki tiga lintas yaitu pelayanan Cawang–Cibubur, Cawang–Dukuh Atas, dan Cawang–Bekasi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi  Akan Menyaksikan Langsung F1 PowerBoat di Toba, Balige

Mengenal Sosok Arvila Delitriana

Arvila adalah panglima Jembatan LRT, Kalau dulu ada seorang perempuan yang juga menjadi arsitek di balik pembangunan MRT bernama Silvia Halim, sekarang ada seorang perempuan juga yang menjadi pilar dalam perancangan LRT. Kedua perempuan ini akan dikenang sebagai legenda transportasi. Mereka adalah Kartini pada masa kini. Kedua orang ini memiliki perbedaan dalam pendidikan. Silvia Halim sekolah di Singapura. Sedangkan Arvila sekolah di ITB.

Ir. Arvila Delitriana

Hal ini menandakan bahwa pendidikan di Indonesia, tidak kalah juga dibandingkan dengan Singapura. Hanya saja manajemennya yang perlu dibereskan. SDM Indonesian pun juga sebetulnya bisa bersaing.

Arvila, menjadi sosok perempuan yang bisa diandalkan untuk dunia infrastruktur, dengan endorse-an dari Jokowi, beliau bisa mendapatkan banyak kesempatan dan peluang untuk berkarya bagi bangsa ini. Salah satunya PUPR yang memerlukan sosok seperti Ibu Arvila.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Renovasi Masjid Istiqlal

Bentangan panjang yang rumit itu, menjadi sebuah konstruksi yang akan memudahkan transportasi antar kota, antar provinsi. Apa yang dikerjakan Ibu Arvila ini adalah untuk kemaslahatan hidup orang banyak. Indonesia bukan tidak mungkin menjadi negara maju.

Di bawah PT Adhi Karya Tbk, proyek LRT ini berhasil diselesaikan sampai angka 90 persen lebih. Diharapkan sebelum Lebaran 2019, LRT ini bisa difungsikan untuk publik. (*)

Bagikan :