Berita UtamaHukumPolitik

Ephorus HKBP Minta Klarifikasi Jusuf Kalla, Tegaskan Ajaran Kristen Tolak Kekerasan

JAKARTA EditorPublik.com — Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Dr Victor Tinambunan,MST, angkat bicara terkait beredarnya video yang memuat pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla mengenai adanya kesamaan ajaran antara agama Kristen dan Islam dalam konteks mati syahid.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Minggu (12/4/2026), Pdt Victor Tinambunan, juga menekankan pentingnya kejernihan berpikir serta sikap bijaksana dalam menyikapi informasi yang beredar luas di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa ajaran Kekristenan tidak mengenal konsep pembenaran terhadap tindakan membunuh, apalagi dikaitkan dengan nilai kesucian atau keselamatan iman.

“Apabila benar terdapat pernyataan Bapak Jusuf Kalla yang menyebutkan bahwa membunuh dalam konteks tertentu dianggap sebagai tindakan syahid dalam Kekristenan, maka hal itu perlu diluruskan, karena ajaran Kristen secara tegas menolak kekerasan,” tegas Pdt Victor.

Victor merujuk pada ajaran Alkitab, antara lain Kitab Keluaran 20:13 yang berbunyi “Jangan membunuh”, serta Injil Matius 5:43-44:”Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”, ayat ini mengajarkan kasih, bahkan kepada musuh sekalipun.

Menurutnya, pesan utama iman Kristen adalah kasih, pengampunan, dan penghormatan terhadap kehidupan, sehingga segala bentuk narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman perlu disikapi secara hati-hati.

Dalam keterangannya, Victor juga menyampaikan dua kemungkinan yang perlu ditindaklanjuti secara proporsional.

Pertama, apabila pernyataan tersebut tidak pernah disampaikan atau merupakan hasil manipulasi informasi, maka klarifikasi dari Jusuf Kalla dinilai penting untuk meredakan keresahan publik.

Kedua, apabila pernyataan tersebut benar adanya, Victor menilai langkah permohonan maaf akan menjadi sikap bijak yang mencerminkan keteladanan seorang tokoh bangsa.

“Sebagai figur publik yang dihormati, klarifikasi atau penjelasan terbuka akan sangat membantu menjaga suasana tetap kondusif,” katanya.

Lebih lanjut, Victor mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Kristiani, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Ia menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting bagi persatuan bangsa, yang harus dijaga bersama di tengah berbagai tantangan nasional.

“Jangan sampai kita memperuncing perbedaan yang justru dapat merusak persaudaraan. Indonesia dibangun di atas semangat kebersamaan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Jusuf Kalla terkait video yang beredar tersebut.(Msk)