Hari Pertama Sekolah, Wali Kota Bekasi Instruksikan ASN Dampingi Anak ke Sekolah
KOTA BEKASI EditorPublik.com – Pemerintah Kota Bekasi menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki anak usia sekolah untuk mendampingi putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat peran keluarga sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak saat memulai tahun ajaran baru.
Melalui surat edaran yang diterbitkan Pemerintah Kota Bekasi, ASN yang mengantar anak ke sekolah diwajibkan melaporkan kegiatan tersebut kepada pimpinan secara berjenjang dengan melampirkan bukti pendukung sebagai konfirmasi kehadiran.
Meski diberikan kesempatan mendampingi anak, ASN tetap diwajibkan kembali ke kantor setelah selesai mengantar dan menjalankan tugas serta melakukan presensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, seluruh Kepala Perangkat Daerah diminta mendata ASN yang melakukan pendampingan pada hari pertama sekolah. Data tersebut harus dilengkapi dengan bukti berupa surat keterangan dari sekolah atau dokumentasi foto, kemudian disampaikan kepada Wali Kota Bekasi melalui BKPSDM paling lambat Selasa (14/7/2026) pukul 10.00 WIB.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, hari pertama sekolah merupakan momen penting dalam proses tumbuh kembang anak sehingga kehadiran orang tua memiliki arti yang sangat besar.
“Hari pertama sekolah adalah momen yang tidak akan terulang. Saya mengajak para orang tua, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, untuk meluangkan waktu mendampingi dan mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Kehadiran orang tua bukan hanya memberikan rasa aman dan semangat bagi anak, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang akan selalu mereka kenang,” ujar Tri.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan mengurangi komitmen ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Setelah selesai mengantar anak ke sekolah, ASN tetap harus kembali ke kantor dan menjalankan tugas seperti biasa. Kita ingin membangun keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pelayan publik dan peran sebagai orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” katanya. (Meha)

