Bekasi RayaBerita UtamaOlahragaPorprov Jabar

Wawali Kota Bekasi Buka Pertandingan Muaythai Porprov

KOTA BEKASI, EditorPublik.com – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, secara resmi membuka pertandingan cabang olahraga (cabor) Muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Pembukaan berlangsung di GOR Basket Kota Bekasi, Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris mengingatkan seluruh atlet agar tidak menjadikan perolehan medali sebagai satu-satunya tujuan dalam kompetisi. Menurutnya, nilai sportivitas, kehormatan, dan sikap saling menghargai justru menjadi bagian penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap atlet.

Ia menilai Muaythai tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan fisik dan teknik bela diri. Lebih dari itu, olahraga ini juga memiliki nilai pembentukan karakter, mulai dari keberanian, kedisiplinan, ketangguhan mental, hingga kemampuan mengendalikan emosi serta menghormati lawan.

“Petarung sejati bukan hanya mereka yang mampu mengalahkan lawan, tetapi mereka yang mampu mengalahkan rasa takut, mengendalikan emosi, dan menghormati setiap orang yang dihadapi,” ujar Abdul Harris.

Ia berharap, kompetisi Muaythai dalam Porprov kali ini dapat melahirkan atlet-atlet berkualitas yang tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan semangat patriotisme. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu membawa nama baik Jawa Barat dalam berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

Abdul Harris juga menyoroti pentingnya profesionalisme perangkat pertandingan. Ia meminta wasit dan juri menjalankan tugas secara objektif, adil, serta transparan agar kompetisi berlangsung dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran.

Di sisi lain, para atlet diminta mematuhi seluruh ketentuan pertandingan, memperhatikan aspek keselamatan, serta menerima setiap keputusan perangkat pertandingan dengan sikap sportif.

“Bertandinglah dengan keberanian, berjuanglah dengan kehormatan, menanglah dengan kerendahan hati, dan jika belum berhasil, bangkitlah dengan semangat yang lebih tinggi,” pesannya.

Menurut Abdul Harris, keberhasilan penyelenggaraan Porprov tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya medali yang diraih. Semangat persaudaraan dan persatuan antarkontingen juga menjadi bagian penting dari tujuan kompetisi olahraga tersebut.

“Di arena kita boleh menjadi lawan, tetapi di luar arena kita tetap saudara. Bertanding untuk kemenangan, bersatu untuk kejayaan Jawa Barat,” tandasnya.

Panitia Akui Kesiapan Venue Baru 80 Persen

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Cabor Muaythai Indonesia, Deni Muhamad Ali, mengakui persiapan lokasi pertandingan belum sepenuhnya rampung. Hingga hari pelaksanaan, kesiapan venue disebut baru mencapai sekitar 80 persen.

Meski demikian, ia memastikan sejumlah kebutuhan utama untuk mendukung pertandingan telah tersedia, termasuk perlengkapan olahraga, peralatan medis, dan konsumsi bagi para kontingen.

“Venue ini baru 80 persen, belum 100 persen. Tapi alhamdulillah kita sudah bisa melaksanakan pertandingan Muaythai di venue ini,” ungkap Deni.

Deni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pertandingan Muaythai di Kota Bekasi. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun fasilitas yang disediakan panitia.

Selama enam hari pelaksanaan pertandingan, panitia berkomitmen melakukan evaluasi dan terbuka terhadap berbagai masukan dari kontingen. Para manajer maupun ofisial dipersilakan menyampaikan secara langsung apabila menemukan kendala atau kekurangan selama berada di lokasi pertandingan.

Menurutnya, kenyamanan seluruh kontingen menjadi perhatian panitia agar para atlet dapat berkonsentrasi penuh dan tampil maksimal selama kompetisi berlangsung.

“Apabila ada keluhan terkait fasilitas atau hal lainnya, silakan informasikan langsung kepada kami. Kami ingin seluruh kontingen merasa nyaman selama bertanding di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Meha)