Bekasi RayaBerita UtamaBisnisPendidikanPolitikTeknologi

FKLPID Jabar Gandeng BPKK Bekasi dan Kemnaker, Targetkan Lahirkan 10.000 Wirausaha Baru

JAWA BARAT EditorPublik.com – Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat berkolaborasi dengan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, menggelar program Pelatihan TMT (Tenaga Mandiri Terampil) Wirausaha Baru. Program ini menargetkan lahirnya 10.000 wirausaha baru yang tersebar di enam kabupaten/kota di Jawa Barat.

Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong masyarakat agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri, khususnya di tengah tantangan dunia industri yang saat ini menghadapi pengurangan tenaga kerja dan terbatasnya rekrutmen baru.

Sasaran pelatihan mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari korban pemutusan hubungan kerja (PHK), alumni SMA/SMK, pengusaha sektor informal, pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun (MPP), komunitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kelompok lanjut usia yang masih memiliki potensi produktif.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan mengembangkan usaha secara lebih profesional dan mandiri. Setiap peserta yang mengikuti program sesuai ketentuan juga akan memperoleh sertifikat dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Dukungan kebutuhan pelatihan sepenuhnya difasilitasi oleh Kemnaker melalui BPKK Bekasi. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pelatihan kewirausahaan tanpa terbebani biaya pelatihan.

Kepala BPKK Bekasi Kemnaker RI, Dini Antari Widiyaningsih, S.T., menyampaikan bahwa kerja sama pengembangan kewirausahaan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan program pemerintah dalam mempersiapkan angkatan kerja potensial di berbagai wilayah Indonesia.

“Penguatan ekonomi berbasis kewirausahaan dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. Melalui program Wirausaha Pemula, masyarakat, termasuk pedagang dan pelaku UMKM yang baru merintis usaha, didorong agar memiliki konsep bisnis yang lebih terarah, profesional, dan mampu berkembang secara mandiri” ujar Dini Antari Widiyaningsih.

Sementara itu, FKLPID Jawa Barat menyambut program tersebut sebagai peluang strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, terutama ketika sejumlah industri mengalami pengurangan tenaga kerja akibat PHK maupun kebijakan perusahaan yang belum melakukan perekrutan karyawan baru.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat selama proses sosialisasi yang dilakukan FKLPID Jawa Barat bersama jejaringnya. Dalam waktu sekitar satu bulan, jumlah calon peserta yang mendaftar telah mencapai 50.000 orang.

Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi salah satu kendala untuk mengakomodasi seluruh calon peserta. Dari jumlah pendaftar tersebut, program yang berjalan saat ini menargetkan pembentukan 10.000 wirausaha baru di enam kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Melihat tingginya minat masyarakat, FKLPID Jawa Barat berharap Kementerian Ketenagakerjaan dapat kembali menyelenggarakan program TMT Kewirausahaan pada semester I tahun anggaran 2027/2028. Dengan demikian, puluhan ribu calon peserta yang belum terakomodasi memiliki kesempatan mengikuti pelatihan pada tahap berikutnya”, ujar Ketua FKLPID Jabar, Benny Tunggul, saat ditemui di Kantor BLK Kompetensi Jabar, Bekasi Timur, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Benny Tunggul, selain menyasar masyarakat umum, FKLPID Jawa Barat juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri. Industri dapat merekomendasikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan operasionalnya untuk mengikuti pelatihan secara gratis.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan sekitar kawasan industri, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

“Dengan demikian, program TMT Wirausaha Baru tidak hanya diarahkan untuk melahirkan pelaku usaha baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat hubungan antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia industri, dan komunitas UMKM” ujar Benny Tunggul.

Kolaborasi FKLPID Jawa Barat dan BPKK Bekasi Kemnaker RI ini diharapkan dapat menjadi model sinergi dalam menyiapkan masyarakat yang lebih produktif, adaptif, dan memiliki daya saing menghadapi perubahan pasar kerja. (ben)