FKLPID Jabar Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan
BANDUNG EditorPublik.com – Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan, lembaga pelatihan kerja, pemerintah, dan sektor industri guna menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing tenaga kerja di Jawa Barat.
Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, mengatakan berbagai program yang dijalankan sepanjang 2024 hingga 2026 menunjukkan arah kebijakan yang semakin terintegrasi. Program tersebut mencakup penyelarasan kebutuhan industri dengan pelatihan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses penempatan tenaga kerja.
“Upaya ini penting karena Jawa Barat masih menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada Februari 2025 tercatat 6,74 persen, turun dari 6,91 persen pada Februari 2024. Meski menunjukkan perbaikan, angka tersebut masih menjadi perhatian karena pertumbuhan angkatan kerja baru berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan pasar kerja menyerap tenaga kerja,” ujar Benny Tunggul, Rabu (10/6/2026).
Menurut Benny, salah satu strategi utama FKLPID adalah memperkuat konsep link and match antara kebutuhan industri dengan lembaga pendidikan vokasi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Balai Latihan Kerja (BLK).
Melalui berbagai workshop dan forum kolaborasi yang melibatkan pelaku industri, asosiasi pengusaha, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah, FKLPID mendorong penyusunan kurikulum pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Program pelatihan yang dikembangkan berfokus pada sektor-sektor dengan permintaan tenaga kerja tinggi, seperti otomotif, pengelasan (welding), mesin CNC, elektronika, konveksi, otomasi, hingga robotika.
Tidak hanya memberikan pelatihan, FKLPID juga mendorong program yang terhubung langsung dengan perusahaan mitra melalui skema penempatan kerja. Langkah ini bertujuan memperbesar peluang peserta untuk segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Selain itu, FKLPID turut memperkuat pelaksanaan sertifikasi kompetensi berbasis standar nasional guna memastikan lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri serta memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat digunakan saat melamar pekerjaan.
Kerja sama dengan perusahaan melalui nota kesepahaman (MoU), program magang, dan apprenticeship juga terus diperluas untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Dorong Digitalisasi dan Kewirausahaan
Seiring perkembangan teknologi, FKLPID mulai mendorong pemanfaatan platform digital untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan melalui sistem job matching yang lebih cepat dan transparan.
Di sisi lain, FKLPID tidak hanya fokus pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja baru melalui penguatan UMKM dan program kewirausahaan.
Pelatihan kewirausahaan diberikan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor formal yang daya serapnya terbatas. Program ini menyasar masyarakat usia produktif dengan harapan mampu melahirkan usaha-usaha baru yang berkelanjutan.
Beberapa kegiatan bahkan menggabungkan pelatihan keterampilan dengan praktik langsung di lapangan. Salah satunya melalui program servis kendaraan gratis bagi pengemudi ojek online yang sekaligus menjadi sarana praktik peserta pelatihan otomotif dan mendorong tumbuhnya usaha baru di sektor jasa perawatan kendaraan.
Perkuat Sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan
FKLPID Jawa Barat juga aktif membangun sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam merumuskan solusi penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya di kawasan industri strategis seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung Raya.
Kolaborasi tersebut mencakup pemetaan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan pelatihan berbasis industri, hingga penyusunan strategi menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi.
Transformasi Program 2024-2026
Perjalanan FKLPID Jawa Barat dalam tiga tahun terakhir menunjukkan transformasi yang cukup signifikan.
Pada 2024, fokus utama berada pada konsolidasi dan pemetaan persoalan ketenagakerjaan, terutama tingginya pengangguran lulusan muda dan lulusan SMK serta kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri.
Memasuki 2025, fokus bergeser pada implementasi program yang lebih konkret melalui pelatihan cepat kerja, sertifikasi kompetensi, penempatan kerja berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan ekonomi sirkular dan UMKM sebagai sumber lapangan kerja alternatif.
Sementara pada 2026, arah kebijakan mulai berkembang menuju pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan dengan fokus pada kewirausahaan muda, magang industri berkelanjutan, pelatihan teknologi digital, analitik data, otomasi industri, dan ekonomi hijau.
Tantangan dan Harapan
Meski berbagai program menunjukkan perkembangan positif, sejumlah tantangan masih perlu mendapat perhatian. Di antaranya laju penyerapan tenaga kerja yang belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru, kualitas pelatihan yang belum merata di seluruh daerah, serta meningkatnya otomatisasi industri yang mengurangi kebutuhan tenaga kerja berkeahlian rendah.
Selain itu, pelaku UMKM masih menghadapi kendala permodalan, akses pasar, dan adaptasi terhadap teknologi digital.
Secara keseluruhan, program dan aktivitas FKLPID Jawa Barat sepanjang 2024 hingga 2026 menunjukkan pergeseran pendekatan dari sekadar penyediaan pelatihan kerja menuju pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Penguatan link and match industri, pelatihan berbasis kompetensi, digitalisasi penempatan kerja, pengembangan ekonomi hijau, serta peningkatan kewirausahaan menjadi strategi utama yang terus dikedepankan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat, FKLPID Jawa Barat berharap dapat berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat di tengah transformasi industri dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. (ben)

