Kelompok Tani di Parlilitan Keluhkan Kualitas Bibit Jagung Bantuan Pemerintah
PARLILITAN EditorPublik.com – Sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatra Utara, mengeluhkan kualitas bibit jagung bantuan pemerintah yang mereka terima pada Tahun Anggaran 2025.
Keluhan tersebut disampaikan petani setelah hasil panen dari bibit jagung jenis Pioneer 89 yang ditanam dinilai tidak memberikan hasil optimal seperti yang diharapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di Desa Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, sebagian besar tanaman jagung dari bibit bantuan tersebut dilaporkan tidak menghasilkan buah secara maksimal, bahkan ada yang mengalami gagal panen.
Salah seorang petani yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa secara tampilan tanaman jagung terlihat tumbuh normal, namun hasil buah yang dihasilkan dinilai kurang memuaskan.
“Secara batang dan daun terlihat tumbuh bagus dan lebat, tetapi buahnya ringan dan hasilnya jauh di bawah bibit jagung yang biasanya kami tanam,” ujarnya, kepada kontributor EditorPublik.com, Senin (9/3/2026).
Selain persoalan hasil panen, para petani juga mengeluhkan harga jual jagung yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat hasil panen yang terbatas tidak mampu menutupi biaya produksi serta tenaga yang telah dikeluarkan selama masa tanam.
Akibatnya, sebagian petani merasa program bantuan bibit tersebut belum memberikan manfaat maksimal bagi mereka. Beberapa di antaranya bahkan mengaku mengalami kerugian karena sebagian besar lahan yang ditanami tidak menghasilkan produksi sesuai harapan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Humbang Hasundutan, Yonepta Habeahan, belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Sebelumnya, Yonepta Habeahan menyatakan akan memberikan klarifikasi kepada EditorPublik.com.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut agar pemberitaan dapat disajikan secara berimbang. (Rjs)

