Listrik Kerap Padam, Warga Parlilitan Desak Manajer PLN Doloksanggul Dicopot
PARLILITAN EditorPublik.com – Kesabaran warga Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, kian menipis akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tanpa pemberitahuan. Dalam sehari, aliran listrik dilaporkan padam hingga dua sampai tiga kali dengan durasi yang tidak menentu.
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian mendesak Kepala PLN UP3 Sibolga agar segera mencopot Manajer PLN Unit Doloksanggul. Warga menilai buruknya pelayanan listrik telah berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga usaha kecil dan menengah.
Ironisnya menurut warga, pemadaman listrik kerap terjadi tanpa penjelasan resmi dari pihak PLN setempat. Padahal, wilayah Parlilitan dikenal sebagai salah satu pusat sumber energi listrik di Kabupaten Humbang Hasundutan dengan beroperasinya dua perusahaan pembangkit listrik tenaga air, yakni PT Citra Multi Energi (CME) dan PT Mega Power Mandiri (MPM).
“Aneh dan sangat ironis. Kampung kami adalah pusat sumber energi listrik di Humbang Hasundutan, tetapi masyarakat justru tidak merasakan manfaat apa pun. Baik dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, maupun dari layanan penerangan listrik yang seharusnya stabil. Jika memang tidak ada manfaatnya bagi warga, lebih baik kedua PLTA itu ditutup saja,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Desakan pencopotan Manajer PLN Unit Doloksanggul dinilai sebagai puncak akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan listrik yang dianggap tidak profesional dan minim komunikasi. Warga mendesak PLN UP3 Sibolga segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“CSR saja kami tidak pernah merasakan, jaminan listrik menyala pun tidak ada. Pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan sangat merugikan kami. Aktivitas ekonomi terganggu, anak-anak sulit belajar pada malam hari. Dalam sehari, listrik bisa padam dua sampai tiga kali,” ungkap warga lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Unit Doloksanggul, Lamhot Simamora, membantah adanya pemadaman yang disengaja. Ia menyatakan bahwa gangguan terjadi murni akibat permasalahan jaringan listrik.
“Kami adalah perusahaan yang menjual energi listrik. Tidak mungkin kami dengan sengaja melakukan pemadaman. Yang terjadi adalah gangguan jaringan yang menyebabkan aliran listrik terhenti,” kata Lamhot, Selasa (13/1/2026) sore.
Ia menjelaskan, gangguan jaringan kerap disebabkan oleh kabel listrik yang bersentuhan dengan pepohonan di sepanjang jalur dari Doloksanggul hingga ke pusat pembangkit. Kondisi tersebut memicu korsleting dan berdampak pada padamnya aliran listrik.
“Kami sudah berupaya melakukan pemangkasan pohon yang bersentuhan langsung dengan kabel. Namun, kendalanya beberapa pohon merupakan tanaman produktif milik warga dan tidak dapat ditebang karena tidak mendapat izin pemilik. Ini menjadi kendala utama. Kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada camat setempat agar membantu memberikan pemahaman kepada warga, supaya bersedia dilakukan penebangan demi mencegah gangguan jaringan listrik,” jelasnya.
Meski demikian, warga menilai alasan tersebut tidak dapat terus dijadikan pembenaran. Mereka menuntut PLN bertanggung jawab penuh atas keandalan pasokan listrik dan memastikan pelayanan yang layak bagi masyarakat Parlilitan. (Meha)

