Berita UtamaBisnisPolitik

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Proyek KCR 60 dan OPV-3 di Batam

BATAM EditorPublik.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau progres proyek strategis pertahanan di galangan kapal dalam negeri di Batam, Selasa (17/3).

Peninjauan difokuskan pada pengembangan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 dan pembangunan Offshore Patrol Vessel (OPV-3) sebagai bagian dari penguatan armada TNI AL.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya di sektor pembangunan dan pemeliharaan kapal perang sebagai pilar utama pertahanan laut.

Di PT Palindo Marine Shipyard, Menhan meninjau pengembangan KCR 60 serta kapal serang ringan untuk mendukung kebutuhan operasional TNI AL. Ia juga menyoroti kontribusi Palindo melalui skema Industrial Development, Knowledge & Local Offset (IDKLO), termasuk kerja sama internasional dan program transfer teknologi yang dinilai penting untuk meningkatkan penguasaan teknologi dalam negeri.

Selanjutnya, Menhan mengunjungi PT Batamec Shipyard yang tengah membangun OPV-3 untuk Kementerian Pertahanan. Kapal ini dirancang dengan teknologi modern, dilengkapi radar, sensor, dan combat management system guna mendukung patroli serta pengawasan wilayah laut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan, langkah tersebut mencerminkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan.

“Ini menunjukkan arah kebijakan kemandirian industri pertahanan sudah berada pada jalur yang tepat,” ujarnya.

Selain memastikan progres proyek, Menhan menekankan pentingnya sinergi antara industri dalam negeri, TNI, dan mitra strategis. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada alutsista impor.

KCR 60 menjadi bagian dari strategi modernisasi armada tempur dengan keunggulan kecepatan dan daya gempur, sementara OPV-3 difokuskan pada peningkatan kemampuan patroli dan pengamanan wilayah perairan Indonesia.

Melalui pengembangan ini, pemerintah berharap industri galangan kapal nasional mampu menjadi tulang punggung pemenuhan alutsista, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan transfer teknologi di sektor pertahanan. (Msk)