Komisi III DPR RI Apresiasi Kapolres Metro Bekasi
JAKARTA EditorPublik.com – Komisi III DPR RI memberikan penghargaan kepada Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, beserta jajaran atas keberhasilan mengawal penyelesaian konflik antara warga dan pihak pengembang di kawasan Cluster Vasana dan Neo Vasana, Harapan Indah, Kota Bekasi.
Penghargaan bertajuk Aryasêvā Sammāna Nusantara tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).
Dalam forum tersebut, Komisi III turut menghadirkan pihak pengembang PT Hasana Damai Putra serta perwakilan warga yang terlibat dalam sengketa. Kehadiran kedua pihak menjadi bagian dari upaya mencari solusi yang adil dan berimbang.
Ketua Komisi III DPR RI menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja kepolisian yang dinilai mampu menjalankan fungsi pengamanan sekaligus mediasi secara humanis.
“Pendekatan yang dilakukan Polres Metro Bekasi mengedepankan dialog dan kekeluargaan. Ini menjadi contoh bagaimana penegakan hukum tidak selalu harus represif, tetapi bisa melalui jalan komunikasi yang efektif,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya.
Komisi III menilai, langkah yang diambil oleh Polres Metro Bekasi berhasil menjaga situasi tetap kondusif di tengah potensi konflik yang cukup kompleks. Pendekatan persuasif dinilai mampu meredam eskalasi dan membuka ruang kesepahaman antara warga dan pengembang.
Selain itu, proses mediasi yang dikawal kepolisian juga disebut telah menghasilkan solusi yang konkret dan konstruktif bagi kedua belah pihak. Hal ini menjadi indikator bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai fasilitator penyelesaian konflik sosial.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran serta dukungan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani setiap persoalan di tengah masyarakat, khususnya yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus hadir sebagai penengah yang adil dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi aparat kepolisian lainnya untuk mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyelesaikan persoalan, terutama yang melibatkan kepentingan masyarakat luas. (Msk)

