Pemkab Bandung Dorong Pemanfaatan Platform SIAP Kerja untuk Tekan Pengangguran
KABUPATEN BANDUNG EditorPublik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mendorong masyarakat, khususnya pencari kerja dari kalangan generasi muda, untuk memanfaatkan platform SIAP Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas akses informasi pekerjaan sekaligus menekan angka pengangguran.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengatakan, di era digital pencarian kerja kini jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya yang masih bergantung pada media cetak atau informasi manual.
“Dulu mencari pekerjaan harus mencari informasi di media cetak atau mencatat di buku. Sekarang cukup membuka platform SIAP Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Ali saat membuka kegiatan Konsolidasi Informasi Pasar Kerja Sektoral Kabupaten Bandung di Grand Sunshine Resort, Soreang, Kamis (5/3/2026)
Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung pada 2025 tercatat 6,68 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 6,36 persen.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Bandung menjalankan program unggulan pencetakan 50.000 wirausaha baru, dengan target sekitar 10.000 wirausaha setiap tahun. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi puluhan ribu pencari kerja di daerah tersebut.
Ali menjelaskan, tantangan terbesar saat ini berasal dari dominasi generasi muda atau Gen Z dan milenial dalam struktur pencari kerja. Menurutnya, kreativitas dan inovasi perlu didorong agar generasi tersebut mampu menciptakan peluang usaha.
Sebagai dukungan, pemerintah daerah juga menyediakan akses pembiayaan melalui PT BPR Kerta Raharja (Perseroda) dengan pinjaman maksimal Rp10 juta bagi pelaku usaha pemula.
“Selain modal, generasi muda juga perlu pelatihan dan peningkatan kapasitas manajerial agar mampu mengelola usaha dengan baik,” kata Ali.
Dalam platform SIAP Kerja, pencari kerja dapat mengakses berbagai layanan seperti Skillhub untuk pelatihan dan kursus, serta Bizhub untuk pengembangan kewirausahaan.
Sementara itu, Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Sigit Aryprasetyo, menjelaskan bahwa platform SIAP Kerja mengintegrasikan berbagai layanan ketenagakerjaan dalam satu sistem terpadu.
Saat ini, kata dia, terdapat 117.173 lowongan kerja dari 35.157 perusahaan yang tersedia di platform tersebut. Selain itu, terdapat sejumlah portal pekerjaan swasta yang telah terintegrasi dalam sistem, seperti Glints, TapLoker, Ready, TopLoker.com, dan Hired Today.
“Kehadiran platform ini memudahkan pencari kerja, perusahaan, serta lembaga pelatihan untuk terhubung dalam satu ekosistem digital,” jelasnya.
Kegiatan konsolidasi tersebut dihadiri sekitar 100 perusahaan yang mewakili berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, garmen, ritel hingga jasa. Perusahaan-perusahaan tersebut juga didorong untuk melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui sistem Wajib Lapor Lowongan Kerja yang terintegrasi dalam SIAP Kerja.
Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat, Benny Tunggul, menambahkan bahwa strategi penurunan pengangguran perlu dilakukan melalui pendekatan link and match antara industri dan lembaga pelatihan kerja.
“Pelatihan kerja harus berbasis kebutuhan industri, bukan sekadar menghasilkan lulusan bersertifikat. Tujuan akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja,” ujar Benny Tunggul.
Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan, diharapkan tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung dapat ditekan secara bertahap.(ben)

