Berita UtamaHukum

Kematian Mantan Aktivis Serikat Pekerja JICT Diselidiki, Keluarga Duga Ada Unsur Kekerasan

KOTA BEKASI EditorPublik.com –Kematian Ermanto Usman, mantan karyawan sekaligus aktivis serikat pekerja di PT Jakarta International Container Terminal (JICT), tengah diselidiki aparat kepolisian. Korban dilaporkan mengalami dugaan penganiayaan bersama istrinya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah satuan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Bekasi Kota, Ajun Komisaris Suparyono, mengatakan tim gabungan telah dibentuk untuk mempercepat pengungkapan perkara tersebut. Tim itu terdiri dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Bekasi Kota, serta Polsek Pondok Gede.

“Tim gabungan sudah dibentuk untuk mendalami kasus ini agar proses pengungkapan berjalan lebih cepat,” ujar Suparyono.

Keluarga korban berharap kasus tersebut dapat diusut secara menyeluruh. Kakak kandung korban, Dalsaf Usman, mengaku memiliki kecurigaan bahwa kematian adiknya tidak terjadi secara wajar.

“Ada dugaan seperti itu, apalagi jika dikaitkan dengan almarhum yang dikenal sebagai aktivis,” kata Dalsaf, Senin (3/3/2026).

Meski demikian, dugaan tersebut masih merupakan pandangan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti-bukti terkait.

Ermanto sendiri dikenal pernah aktif dalam kegiatan serikat pekerja di lingkungan JICT. Terkait kasus kematiannya, pihak PT Pelindo II sebagai pemegang saham mayoritas JICT menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian dan penyebab pasti kematian Ermanto Usman. (Msk)