Polres Dairi Selidiki Kematian Petrus Barasa, Keluarga Ajukan Laporan Dugaan Pembunuhan
DAIRI EditorPublik.com – Kepolisian Resor (Polres) Dairi, Sumatera Utara, tengah melakukan penyelidikan terkait kematian seorang pria bernama Petrus Barasa yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Lae Renun pada 23 Maret 2026.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang selama tiga hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Istri korban, Feni Indriani Bancin, telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Dairi pada 26 Maret 2026. Laporan itu tercatat dengan nomor: STTLP/B/124/III/2026/SPKT/Polres Dairi/Polda Sumatera Utara.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi, AKP Wilson Manahan Panjaitan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban. Namun, ia menyatakan bahwa proses hukum masih berada pada tahap awal penyelidikan.
“Kita masih proses. Pengaduan baru dilakukan semalam, dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan sesuai laporan pelapor. Kami juga telah memeriksa istri korban sebagai pelapor, serta dua orang saksi,” ujar AKP Wilson, melalui sambungan telepon, Jumat (27/3/2026).
Pihak kepolisian juga belum memberikan kesimpulan terkait penyebab kematian korban dan belum menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan sejumlah keterangan terkait kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Menurut mereka, pada malam 18 Maret 2026, korban disebut dijemput oleh seorang rekannya berinisial HT dari sebuah kedai tuak menggunakan sepeda motor.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 23 Maret 2026, korban ditemukan di aliran Sungai Lae Renun dalam kondisi meninggal dunia.
Keluarga juga mengungkapkan adanya sejumlah kondisi pada tubuh korban yang dinilai janggal. Namun demikian, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti lain guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
EditorPublik.com masih berupaya menghimpun informasi lanjutan dari pihak kepolisian maupun sumber resmi lainnya untuk memastikan perkembangan kasus ini.(Msk)

