AdvertorialBekasi RayaBerita UtamaPolitik

dr. Asep Surya Atmaja Resmi Dilantik Jadi Bupati Bekasi

KABUPATEN BEKASI EditorPublik.com – dr. Asep Surya Atmaja resmi dilantik menjadi Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030 oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Jumat (23/10/2026), di Gedung Pakuan, Bandung.

Pelantikan yang berlangsung sekitar pukul 13.20 WIB tersebut sebelumnya direncanakan digelar di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Namun, lokasi pelantikan kemudian dipindahkan ke Gedung Pakuan, Bandung.

Informasi pelantikan tersebut dikutip dari siaran langsung prosesi pelantikan Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.

Sebelum resmi menjabat sebagai bupati definitif, Asep Surya Atmaja merupakan Wakil Bupati Bekasi yang menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi.

Pengangkatan Asep menjadi Bupati Bekasi didasarkan pada keputusan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melalui Keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.3-3282 Tahun 2026. Keputusan tersebut mengatur pengesahan pengangkatan Bupati Bekasi sekaligus pemberhentian Asep dari jabatan Wakil Bupati Bekasi setelah dilantik menjadi bupati definitif.

Dengan pelantikan ini, Asep Surya Atmaja melanjutkan kepemimpinan Kabupaten Bekasi hingga berakhirnya masa jabatan periode 2025–2030. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses kesinambungan pemerintahan daerah, dengan harapan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Bekasi tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan mengenai potensi ekonomi Kabupaten Bekasi yang dinilainya sangat besar. Ia menyebut Kabupaten Bekasi sebagai “wilayah duit”, mengingat keberadaan kawasan industri dan aktivitas ekonomi yang berkembang di daerah tersebut.

Namun, potensi ekonomi yang besar itu perlu diimbangi dengan penataan wilayah dan lingkungan yang lebih baik. Persoalan tata ruang dan kondisi wilayah yang dinilai masih berantakan menjadi perhatian agar Kabupaten Bekasi tidak hanya dikenal sebagai pusat industri, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk tinggal dan beraktivitas.

Pesan tersebut menyoroti kondisi ketika sebagian masyarakat memilih beraktivitas atau mencari kenyamanan di luar Kabupaten Bekasi. Karena itu, pembangunan daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan, infrastruktur, kebersihan, dan kenyamanan warga.

Bagi Bupati Bekasi yang baru dilantik, pesan tersebut menjadi perhatian penting dalam menjalankan pemerintahan ke depan. Besarnya potensi ekonomi daerah perlu diiringi dengan pembenahan tata kelola wilayah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. (Adv)