Berita UtamaBisnisHukumPolitik

Kemenhan Bantah Bekingi Pengadaan 105 Ribu Mobil Pikap India untuk Koperasi Merah Putih

JAKARTA  EditorPublik.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membantah isu yang menyebut lembaga tersebut membekingi pengadaan 105.000 unit mobil pikap dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Klarifikasi tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat menanggapi kabar mengenai hibah empat unit mobil Mahindra Scorpio produksi perusahaan otomotif asal India, Mahindra & Mahindra.

Rico menegaskan bahwa kabar yang mengaitkan Kemenhan dengan upaya mempermudah atau membekingi pengadaan kendaraan tersebut tidak benar.

“Jadi tidak benar, sekali lagi tidak benar bahwa itu bagian dari Kemenhan melakukan pemudahan dan sebagainya. Itu tidak ada,” kata Rico saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, empat unit mobil Mahindra Scorpio yang menjadi sorotan publik merupakan hibah dari PT Agrinas Pangan Nusantara kepada Kementerian Pertahanan.

Menurut Rico, kendaraan tersebut diterima secara resmi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhan sebelum kemudian dimanfaatkan untuk mendukung tugas kemanusiaan.

“Empat mobil ini setelah diterimakan dari Agrinas melalui Mahindra, diterima oleh Sekjen Kemenhan,” ujarnya.

Setelah diterima, kendaraan tersebut langsung didistribusikan kepada satuan TNI yang tengah bertugas menangani berbagai kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan di wilayah Sumatera.

Adapun daerah yang menerima dukungan operasional kendaraan tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Rico mengatakan, sejak Desember 2025 hingga saat ini kendaraan tersebut telah digunakan oleh personel TNI untuk membantu distribusi logistik dan pelayanan kemanusiaan.

“Selama bulan Desember kemarin sampai sekarang sudah digunakan oleh TNI yang terlibat dalam distribusi logistik, bantuan obat-obatan, dan juga untuk pergerakan personel di lapangan,” jelasnya.

Dengan penjelasan tersebut, Kemenhan menegaskan bahwa hibah kendaraan tersebut murni digunakan untuk mendukung tugas kemanusiaan dan tidak berkaitan dengan isu pengadaan massal kendaraan pikap untuk Koperasi Merah Putih.(Msk)