Listrik di Parlilitan Sering Padam, Warga Cemas Alat Elektronik Rusak
PARLILITAN, EditorPublik.com — Warga di kawasan Parlilitan, Sitapung, dan sekitarnya mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang ulang dalam sehari. Kondisi tersebut mereka rasakan sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan perangkat elektronik rumah tangga.
Berdasarkan laporan warga yang disampaikan melalui media sosial pada Rabu (23/9/2026), aliran listrik di wilayah tersebut tercatat padam hingga empat kali dalam satu hari.
Keluhan itu turut disampaikan warga melalui grup Facebook PARLILITAN FANS CLUB. Sejumlah warga menyebut pemadaman listrik berulang bukan lagi kejadian sesekali, melainkan sudah sering terjadi dan dirasakan sebagai persoalan yang berulang.
Dalam unggahannya, warga bernama Fino Manik mencatat waktu dan durasi pemadaman listrik yang terjadi pada Rabu (23/9/2026). Catatan tersebut menunjukkan:
- Pemadaman pertama: pukul 07.17-07.41 WIB, selama 24 menit.
- Pemadaman kedua: pukul 08.33-12.59 WIB, selama 4 jam 26 menit.
- Pemadaman ketiga: pukul 13.37-13.40 WIB, selama 3 menit.
- Pemadaman keempat: pukul 16.31-17.05 WIB, selama 26 menit.
Dengan demikian, berdasarkan catatan tersebut, listrik padam secara kumulatif sekitar 5 jam 19 menit dalam sehari.
BACA JUGA: Listrik Kerap Padam, Warga Parlilitan Desak Manajer PLN Doloksanggul Dicopot
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Eben Eser Limbong. Ia mempertanyakan kondisi kelistrikan di wilayah Parlilitan yang menurutnya memiliki sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
“Di sini ada beberapa PLTA, tapi dayanya dijual entah ke mana, kami malah tidak kebagian,” tulisnya.
Untuk diketahui, Pemkab Humbang Hasundutan menyebut terdapat dua perusahaan pembangkit listrik yang beroperasi di Kecamatan Parlilitan, masing-masing berkapasitas 10 MW, yakni PLTM Aek Simonggo dan PLTM Citra Multi Energi.
Namun, keberadaan kedua pembangkit tersebut dinilai belum memberikan manfaat positif yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat. Di tengah keberadaan pembangkit dengan total kapasitas 20 MW tersebut, warga Parlilitan masih menghadapi persoalan pemadaman listrik yang berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait. Terutama mengenai sumber pasokan listrik yang melayani wilayah Parlilitan, sistem distribusi yang digunakan, kapasitas jaringan, serta faktor teknis maupun nonteknis yang menyebabkan pemadaman berulang terjadi di wilayah tersebut.
Kekhawatiran warga juga tidak hanya berkaitan dengan terganggunya aktivitas sehari-hari. Pemadaman yang berulang dalam waktu relatif berdekatan dikhawatirkan dapat berdampak pada peralatan elektronik rumah tangga, terutama apabila terjadi gangguan atau ketidakstabilan tegangan saat listrik kembali menyala.
EditorPublik.com kemudian menghubungi Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan Doloksanggul, Lamhot Hendra Xverius Situmorang, sekaligus menyampaikan informasi dan tangkapan layar keluhan warga Parlilitan mengenai pemadaman listrik yang berulang.
Namun, hingga Rabu (23/9/2026) malam, respons yang diberikan masih singkat. “Monitor Pak,” ujarnya melalui WhatsApp.
Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab pemadaman, apakah berkaitan dengan gangguan jaringan, pemeliharaan, kapasitas sistem, maupun faktor teknis lainnya.
Warga berharap PLN segera memberikan penjelasan sekaligus melakukan penanganan agar pasokan listrik di Parlilitan, Sitapung, dan wilayah sekitarnya kembali normal.
Masyarakat juga berharap persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi pemulihan aliran listrik, tetapi juga dari aspek keandalan jaringan dan keamanan peralatan elektronik warga yang terdampak pemadaman berulang. (Meha)

