BERITA UTAMANUSANTARAPENDIDIKANPOLITIK

Meubelair Rusak, SDN 186 Sion Runggu Butuh Perhatian Serius Pemkab Humbahas

PARLILITAN EditorPublik.com — Selama lebih dari dua puluh tahun, Unit Pelaksana Teknis (UPT) SD Negeri 186 Sion Runggu di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, belum pernah menerima penggantian meubelair untuk enam ruang kelas yang ada.

Kondisi meja dan kursi di sekolah tersebut kini sangat memprihatinkan. Banyak perabotan sudah aus, reyot, bahkan nyaris roboh. Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan dalam proses belajar mengajar.

“Sudah sering diminta ke Dinas Pendidikan, namun tidak pernah digubris. Kondisi seperti ini sudah sangat lama terjadi, tetapi tak kunjung ada perbaikan. Bahkan kepala sekolah sudah berganti-ganti, tetap saja tidak ada tindak lanjut,” ujar Hasugian, salah satu tokoh masyarakat, Senin (14/7/2025).

Hal senada juga disampaikan sejumlah orang tua siswa. Mereka menyebutkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan dan penggantian meubelair kepada instansi terkait. Namun hingga kini, belum ada realisasi dari Pemerintah Kabupaten Humbahas.

Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua Murid Perbaiki Meja dan Kursi di Kelas

Selain masalah meubelair, dua dari enam ruang kelas di sekolah tersebut masih berlantai semen kasar. Permukaan lantai yang rusak parah dan tidak rata menjadikan ruangan tidak layak digunakan. Namun karena keterbatasan ruang, siswa tetap terpaksa belajar di dalamnya.

Kondisi ini menggambarkan ketimpangan perhatian dalam pembangunan sektor pendidikan, terutama di wilayah pelosok seperti Sion Runggu. Padahal, pemerintah pusat terus mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan di seluruh daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Indra Nainggolan, anggota DPRD Kabupaten Humbahas asal Parlilitan, menyampaikan keprihatinannya dan berjanji akan membawa persoalan ini ke tingkat kabupaten.

“Kita akan coba usulkan ke Pemerintah Kabupaten Humbahas. Semoga ada penggantian meubelair setelah penetapan RAPBD nanti,” ujar Indra.

Masyarakat dan para pendidik di Sion Runggu berharap Pemkab Humbahas segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi sekolah. Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak bangsa yang tidak boleh dibedakan berdasarkan letak geografis.

Hingga berita ini diterbitkan, EditorPublik.com masih belum mendapatkan tanggapan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbahas.(Fhs)