Berita UtamaPendidikanPolitik

65 Sekolah Swasta di Bekasi Bergabung dalam Program SSK Jawa Barat

KOTA BEKASI EditorPublik.com – Sebanyak 65 sekolah swasta di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi resmi bergabung dalam Program Sekolah Swasta Kemitraan (SSK) Tahun 2026, yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini disiapkan untuk menampung calon peserta didik yang tidak memperoleh kursi di SMA dan SMK negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Rina Parlina, S.I.P., M.M., mengatakan seluruh sekolah yang tergabung dalam program tersebut telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi, baik melalui skema SSK MAUNG maupun SSK Reguler.

“Alhamdulillah, terdapat 65 sekolah swasta yang tergabung dalam Program Sekolah Swasta Kemitraan (SSK). Kami bersama seluruh sekolah mitra berkomitmen memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri bangsa untuk memperoleh pendidikan yang layak, sekaligus membantu menurunkan angka putus sekolah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi,” ujar Rina kepada EditorPublik.com, Kamis (25/6/2026).

BACA JUGA: Sekolah Swasta Tolak Program SSK Dedi Mulyadi

Menurut Rina, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat. Dengan bertambahnya pilihan sekolah bagi lulusan SMP, diharapkan semakin banyak siswa dapat melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap melalui program ini semakin banyak anak yang dapat melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul serta berdaya saing,” tambahnya.

Berdasarkan data rekapitulasi, dari total 65 sekolah yang terlibat, sebanyak 27 merupakan SMA dan 38 lainnya SMK. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dengan komposisi yang didominasi oleh sekolah kejuruan.

Program SSK terbagi dalam dua kategori, yakni SSK MAUNG dan SSK Reguler. Pada kategori SSK MAUNG terdapat tiga sekolah yang ditunjuk, yaitu SMA Pusaka Nusantara 2 Tambun Selatan, SMA Global Persada Mandiri Bekasi Timur, dan SMK Al-Muhtadin Bantargebang.

Sementara itu, kategori SSK Reguler mencakup 62 sekolah lainnya. Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 38 sekolah yang terdiri atas 11 SMA dan 27 SMK. Adapun Kota Bekasi memiliki 24 sekolah, terdiri dari 14 SMA dan 10 SMK.

Jika dilihat dari jenjang pendidikan, SMK mendominasi keterlibatan dalam program ini dengan jumlah 38 sekolah atau sekitar 58 persen dari keseluruhan peserta. Kondisi tersebut menunjukkan fokus pemerintah dalam memperluas akses pendidikan vokasi yang berorientasi pada kesiapan kerja lulusan.

Kehadiran puluhan sekolah swasta mitra diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang setiap tahun menjadi persoalan saat penerimaan peserta didik baru. Program ini juga menjadi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan lulusan SMP tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah.

Di tengah pelaksanaannya, Program SSK masih memunculkan sejumlah tanggapan dari kalangan penyelenggara pendidikan swasta. Beberapa pengurus yayasan dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) menilai perlu adanya kejelasan lebih lanjut terkait regulasi, mekanisme kerja sama, serta skema pembiayaan agar pelaksanaan program berjalan optimal dan tidak menimbulkan kendala bagi operasional sekolah.

Terlepas dari berbagai dinamika tersebut, keterlibatan 65 sekolah swasta di Bekasi menunjukkan besarnya dukungan dunia pendidikan terhadap upaya memperluas akses belajar bagi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri sekaligus menekan angka putus sekolah di Jawa Barat. (Meha)