Jelang Porprov Jabar XV, Kelayakan Air Danau Duta Harapan Jadi Sorotan
KOTA BEKASI EditorPublik.com – Kesiapan Danau Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sebagai venue cabang olahraga (cabor) triatlon Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 menjadi perhatian. Pasalnya, hingga empat hari menjelang pertandingan, kepastian mengenai kelayakan kualitas air danau untuk nomor renang belum disertai informasi hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat diakses publik.
Persoalan tersebut penting mendapat perhatian karena triatlon merupakan cabang olahraga yang menggabungkan tiga disiplin, yakni renang, bersepeda, dan lari. Khusus nomor renang, kualitas air menjadi salah satu aspek penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan atlet.
Berdasarkan pantauan EditorPublik.com di lokasi, Rabu (4/11/2026), aktivitas di kawasan Danau Duta Harapan masih berlangsung seperti biasa. Sejumlah warga terlihat beraktivitas di sekitar tepian danau. Sementara itu, atribut penyambutan maupun ornamen Porprov 2026 belum tampak terpasang di sejumlah area yang terpantau.
Selain itu, kondisi perairan danau juga menyisakan pertanyaan. Di beberapa titik tepian terlihat sejumlah ikan dalam kondisi mati dan mengapung maupun tergeletak di sekitar danau. Jenis ikan yang terlihat antara lain patin, mujair, dan sapu-sapu.
Seorang warga setempat mengaitkan kematian ikan tersebut dengan pemberian cairan yang disebut sebagai obat untuk pengolahan air danau.
“Iya bang, habis dikasih obat danaunya jadi pada mati ikan,” ujar warga tersebut kepada EditorPublik.com.
Meski demikian, penyebab kematian ikan belum dapat dipastikan. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kejadian tersebut berkaitan dengan pemberian bahan tertentu, perubahan kualitas air, atau faktor lingkungan lainnya.
Persoalan lain terlihat pada pekerjaan penataan kawasan yang masih berlangsung. Di area pelataran sisi danau, tepatnya di sekitar food court, terdapat dua lubang galian di sisi kiri dan kanan. Masing-masing diperkirakan berukuran sekitar 2,5 meter x 2,5 meter dengan kedalaman kurang lebih dua meter.
Temuan tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan fisik di sekitar kawasan venue menjelang pelaksanaan pertandingan. Namun, sejauh mana pekerjaan tersebut berkaitan dengan kesiapan fasilitas pendukung pertandingan masih memerlukan penjelasan dari pihak penyelenggara.
Adapun pertandingan triatlon dijadwalkan berlangsung pada 8-13 November 2026. Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, kepastian mengenai kesiapan seluruh fasilitas, terutama kualitas air untuk nomor renang, menjadi hal yang perlu segera dijelaskan.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DBMSDA) telah melakukan pengerukan sedimentasi lumpur di Danau Duta Harapan yang berada di Kelurahan Harapan Baru.
Namun, pengerukan sedimentasi pada dasarnya merupakan upaya pembenahan kondisi fisik danau. Langkah tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kualitas air telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pertandingan renang.
Terlebih, penanganan venue sebelumnya juga mencakup pembersihan gulma serta upaya penanganan bakteri Escherichia coli (E. coli). Keberadaan bakteri tersebut perlu menjadi perhatian karena kontaminasi air dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi atlet yang terpapar.
Hingga berita ini disusun, EditorPublik.com belum memperoleh keterangan resmi terbaru mengenai hasil pemeriksaan laboratorium kualitas air Danau Duta Harapan, termasuk hasil pengujian kandungan bakteri E. coli setelah proses penanganan dilakukan.
Belum diperoleh pula dokumen atau penjelasan resmi yang memastikan bahwa kualitas air telah memenuhi parameter kesehatan dan keselamatan untuk pelaksanaan nomor renang triatlon.
Padahal, penetapan Danau Duta Harapan sebagai venue resmi triatlon sebagaimana tercantum dalam laman Porprov XV Jawa Barat 2026 semestinya diikuti dengan kepastian kesiapan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks ini, penyelenggara perlu membuka informasi mengenai hasil pengujian kualitas air, parameter yang digunakan, waktu pengambilan sampel, serta pihak atau laboratorium yang melakukan pemeriksaan. Informasi tersebut penting agar kelayakan perairan tidak hanya didasarkan pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga didukung bukti pemeriksaan yang objektif.
Pemeriksaan kualitas air menjadi bagian penting dari upaya melindungi atlet. Karena itu, keputusan menggunakan danau sebagai arena pertandingan perlu didasarkan pada hasil pengujian dan penilaian teknis dari pihak berwenang.
Penyelenggaraan Porprov bukan semata-mata tentang ketepatan jadwal, pencapaian prestasi, maupun keberhasilan menjadi tuan rumah. Aspek kesehatan dan keselamatan atlet juga harus menjadi prioritas yang tidak dapat dikesampingkan.
Dengan jadwal pertandingan yang semakin dekat, penyelenggara dan instansi terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi terkini Danau Duta Harapan. Kepastian kelayakan air menjadi hal mendasar yang harus dijawab sebelum para atlet memasuki perairan untuk bertanding. (Meha)

