Bekasi RayaBerita UtamaBisnisPendidikanPolitik

Kemnaker dan FKLPID Jabar Gelar Coaching Clinic Magang Nasional di Bekasi

BEKASI, EditorPublik.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat menggelar Roadshow Coaching Clinic Magang Hub di Bekasi, Senin hingga Selasa, 5-6 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mendampingi perusahaan dalam proses pendaftaran sebagai penyelenggara Program Pemagangan Nasional Angkatan 2 Batch 3 Tahun 2026.

Melalui kegiatan yang berlangsung di Creative Room Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi tersebut, pemerintah mendorong keterlibatan lebih banyak perusahaan untuk menyediakan tempat pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi.

Secara nasional, pemerintah menargetkan 7.000 perusahaan penyelenggara yang dapat menampung 150.000 peserta magang. Target tersebut diharapkan memperluas kesempatan bagi alumni perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker RI, Surya Lukita Warman, B.Eng., M.Sc., menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat bagi perusahaan maupun peserta. Perusahaan dapat mengenali potensi calon tenaga kerja sejak dini sekaligus membekali talenta muda dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Perusahaan mendapatkan kesempatan mengenal dan membentuk talenta sebelum mereka memasuki dunia kerja,” jelas Surya.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan dalam program pemagangan juga dapat membantu membangun ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan berpeluang meningkatkan produktivitas dan mengefisienkan proses rekrutmen melalui pengenalan calon tenaga kerja sejak masa pemagangan.

Pendampingan Pendaftaran dan Kurikulum Pemagangan

Dalam coaching clinic tersebut, Kemnaker memberikan pendampingan langsung kepada perusahaan calon penyelenggara. Materi yang disampaikan mencakup persyaratan administrasi, mekanisme pendaftaran, hingga ketentuan teknis pelaksanaan pemagangan.

Perusahaan yang ingin mengikuti program ini wajib memiliki akun SIAPKerja, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP).

Khusus Angkatan 2 Batch 3, perusahaan juga dapat merancang posisi magang beserta kurikulum pembelajaran selama enam bulan. Perencanaan tersebut diperlukan agar proses pemagangan memiliki arah pembelajaran yang jelas dan mampu mengembangkan kompetensi peserta sesuai kebutuhan pekerjaan.

Program Pemagangan Nasional sendiri dirancang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui pembelajaran langsung di tempat kerja, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam skema program ini, peserta memperoleh uang saku dari pemerintah melalui Kemnaker. Dengan demikian, pembayaran uang saku peserta tidak menjadi beban perusahaan penyelenggara.

Untuk mendukung pelaksanaan Angkatan 2 Batch 3, Kemnaker menjadwalkan sosialisasi dan pendaftaran perusahaan penyelenggara pada 28 September hingga 22 Oktober 2026. Sementara itu, pendaftaran peserta dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.

Roadshow Menjangkau Sejumlah Kawasan Industri

Roadshow yang dilaksanakan FKLPID Jawa Barat bersama Kemnaker tidak hanya menyasar wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, tetapi juga Kabupaten Karawang serta wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kuningan.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 perusahaan telah mendaftar sebagai penyelenggara Program Pemagangan Nasional Angkatan 2 Batch 3.

Kegiatan serupa juga direncanakan menjangkau daerah lain sesuai kebutuhan, termasuk Kabupaten Sumedang dan kawasan industri Dwipapuri Abadi. Perluasan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi perusahaan sekaligus memperbesar peluang penempatan bagi lulusan perguruan tinggi.

Di wilayah Bekasi, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnaker Jawa Barat, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Sekretaris Dinas Kabupaten Sumedang, Kepala Bidang Lattas Kabupaten Karawang, serta perwakilan bagian sumber daya manusia atau HRD dari kawasan industri Kabupaten Bekasi.

Sosialisasi di wilayah Karawang dan Cirebon turut melibatkan kepala dinas tenaga kerja setempat. Adapun di Kabupaten Sumedang, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Irma Agustina, melakukan pendekatan langsung ke kawasan industri dengan mengumpulkan forum HRD untuk menyampaikan informasi mengenai program tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai Program Pemagangan Nasional merupakan salah satu langkah strategis untuk menekan tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha diperlukan agar lulusan perguruan tinggi memiliki akses lebih luas terhadap pengalaman kerja.

FKLPID Jabar Targetkan 27.000 Alumni

Untuk mendukung target nasional, FKLPID Jawa Barat menargetkan sebanyak 27.000 alumni perguruan tinggi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat dapat mengikuti Program Pemagangan Nasional Angkatan 2, yang mencakup Batch 1 hingga Batch 3.

Para peserta diharapkan memperoleh kesempatan magang di sektor industri maupun lembaga pemerintah untuk memperkuat keterampilan, menambah pengalaman kerja, serta meningkatkan kesiapan memasuki pasar kerja.

Guna memperluas jangkauan informasi, FKLPID Jawa Barat juga mendorong LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten menyosialisasikan Program Pemagangan Nasional 2026 melalui organisasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) maupun rapat koordinasi perguruan tinggi.

Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia usaha, program ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. Dengan begitu, pemagangan tidak sekadar menjadi kesempatan memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing di pasar kerja. (ben)