Bantuan PT TPL untuk Pesta Tugu Raja Tinambunan Diwarnai Polemik
PARLILITAN EditorPublik.com – Pesta peringatan 30 tahun berdirinya Tugu Raja Tinambunan di Kecamatan Parlilitan, Sumatera Utara, diwarnai polemik terkait penerimaan bantuan senilai Rp50 juta dari PT Toba Pulp Lestari (TPL). Bantuan tersebut menuai kritik karena dinilai tidak mencerminkan aspirasi mayoritas marga Tinambunan.
Salah satu tokoh marga Tinambunan, Dr. Victor Tinambunan, yang juga menjabat sebagai Ephorus HKBP, menyatakan kekecewaanya melalui akun media sosial (facebook.com/victor.tinambunan). Ia menyebutkan bahwa sejumlah pihak, termasuk dirinya, telah meminta panitia untuk menolak bantuan tersebut.
“Namun, panitia tetap memutuskan menerima bantuan tersebut dan bahkan memberikan ulos kepada Direktur PT TPL yang hadir dalam acara. Ini bukan hanya soal uang, tetapi soal prinsip. Kami sudah tegas menyatakan sikap untuk tidak menerima bantuan dari PT TPL, namun panitia tetap melakukannya. Saya berdoa dari kejauhan, kiranya Tinambunan tetap solid ke depan tanpa PT TPL,” tulis Dr. Victor pada Jumat (27/6/2025).
Keputusan ini memicu pro dan kontra di kalangan marga Tinambunan. Banyak yang khawatir bahwa keterlibatan PT TPL dalam kegiatan adat dapat memengaruhi solidaritas serta nilai-nilai budaya yang selama ini dijunjung tinggi.
Sejumlah pihak berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting sehingga keputusan dalam komunitas adat lebih mencerminkan kehendak kolektif masyarakat, demi menjaga harmoni dan solidaritas di masa depan.
“Bapak, Ibu, dan Saudara Halak Hita yang kami hormati di mana pun berada, sumbangan PT TPL sebesar Rp50.000.000 untuk acara peringatan 30 tahun Tugu Raja Tinambunan di Kecamatan Parlilitan hari ini sama sekali tidak atas persetujuan mayoritas marga Tinambunan. Panitia sudah diingatkan (termasuk saya sendiri sudah dengan sangat tegas mengatakan) untuk tidak menerima bantuan PT TPL,” tambah Dr. Victor.
Hingga berita ini dibuat, Ketua Panitia Perayaan 30 Tahun Tugu Raja Tinambunan maupun pihak PT TPL belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik ini.(Rjt)