Bekasi RayaBerita UtamaHukumPolitik

Kemhan Tegaskan Misi RI di Gaza Fokus Kemanusiaan, Bukan Pelucutan Senjata

JAKARTA EditorPublik.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa rencana pengiriman personel TNI ke Gaza, Palestina, murni untuk misi kemanusiaan dan stabilisasi. Penegasan ini sekaligus membantah spekulasi sejumlah media internasional yang menyebut pasukan Indonesia akan dilibatkan dalam upaya demiliterisasi atau pelucutan senjata kelompok militan di wilayah tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan, Indonesia tengah menyiapkan sekitar 8.000 prajurit. Namun, jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan bergantung pada hasil negosiasi internasional.

“Semuanya masih dinegosiasikan, belum pasti. Jadi sampai sekarang belum ada kepastian soal jumlahnya,” ujar Maruli.

Saat ini, para personel telah mulai menjalani pelatihan khusus. Materi pelatihan difokuskan pada kemampuan teknis dan medis agar siap diterjunkan setelah mandat internasional disepakati dan pemerintah mengambil keputusan final.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan, narasi mengenai pembentukan Internal Security Forces untuk melucuti senjata Hamas tidak sesuai dengan fokus yang dipersiapkan pemerintah.

“Pemberitaan bahwa pasukan Indonesia akan dilibatkan untuk melucuti pihak tertentu atau menjalankan disarmament tidak sesuai dengan fokus yang disiapkan Indonesia. Kontribusi kita berada dalam koridor perlindungan warga sipil, rekonstruksi, dan pelayanan kesehatan,” ujar Rico dalam keterangannya kepada media, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, prinsip kehadiran Indonesia bersifat nonofensif. Pasukan yang dikirim tidak akan terlibat dalam pertempuran atau menghadapi langsung pihak-pihak yang bertikai. Fokus utama adalah membantu warga sipil terdampak konflik melalui pengoperasian rumah sakit lapangan, pemberian bantuan medis darurat, perbaikan infrastruktur vital yang rusak, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi penyaluran bantuan kemanusiaan.

Partisipasi Indonesia dalam misi ini menjadi wujud komitmen terhadap perdamaian dunia dan dukungan konsisten bagi kemanusiaan di Palestina, dengan tetap menjunjung prinsip netralitas serta menghormati hukum internasional. (Msk)