Bekasi RayaBerita UtamaPendidikan

Ekonomi Lagi Sulit: Orang Tua Keluhkan Rencana Wisata Perpisahan PAUD

KOTA BEKASI EditorPublik.com — Rencana kegiatan perpisahan berupa wisata yang akan digelar PAUD Al Fitriyah di Bekasi Selatan, menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid.

Salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, kegiatan tersebut dinilai memberatkan karena biaya yang cukup tinggi. Untuk mengikuti kegiatan wisata, orang tua dikenakan biaya Rp925 ribu per anak. Sementara bagi siswa yang tidak ikut, tetap diwajibkan membayar sebesar Rp450 ribu, dan akan mendapatkan souvenir kaos, piala dan snack.

“Sepertinya kegiatan wisata ini pasti dilaksanakan pada Juni 2026. Ini sangat memberatkan. Kondisi ekonomi kami tidak seperti saat awal anak masuk sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penghasilan keluarganya mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, pihak sekolah tetap melanjutkan rencana kegiatan tersebut tanpa perubahan.

Menurutnya, keputusan penyelenggaraan kegiatan telah ditetapkan dalam rapat sekolah dan dinyatakan sebagai keputusan final. Bahkan, dalam komunikasi di grup orang tua, pihak sekolah disebut meminta agar tidak ada lagi perdebatan terkait rencana tersebut.

“Mereka menyampaikan agar tidak dibahas lagi karena sudah direncanakan sejak awal. Artinya, keputusan tidak bisa diubah,” katanya.

Selain biaya kegiatan wisata, orang tua juga masih dibebani sejumlah biaya lain yang dinilai lebih penting, seperti biaya ijazah, ujian, dan munaqosah sebesar Rp300 ribu.

“Yang lebih penting itu pendidikan anak ke depan. Untuk masuk SD saja kami sudah pusing memikirkan biayanya,” tambahnya.

Keluhan serupa, lanjutnya, tidak hanya datang dari satu orang tua. Ia menyebut banyak wali murid lain yang merasa keberatan, namun memilih tidak menyampaikan secara terbuka.

“Banyak yang mengeluh, tapi hanya berani bicara di belakang,” ungkapnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait sensitivitas lembaga pendidikan terhadap kondisi ekonomi wali murid, serta kepatuhan terhadap imbauan pemerintah daerah yang sebelumnya meminta agar kegiatan non-esensial dengan biaya tinggi, termasuk perpisahan, untuk ditiadakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PAUD Al Fitriyah maupun Dinas Pendidikan Kota Bekasi terkait keluhan tersebut.

Wali murid tersebut juga mengaku telah menyampaikan keluhannya kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melalui akun media sosial. Namun, hingga kini belum memperoleh respons.

Kasus ini kembali menyoroti praktik kegiatan seremonial di lingkungan pendidikan yang dinilai mulai bergeser dari esensi, serta berpotensi menjadi beban bagi orang tua, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.(Msk)