Berita UtamaPendidikanTeknologi

FKLPID Jawa Barat Buka Jalan ke Jepang, 100 Alumni BLK Disiapkan Masuk Industri Otomotif

INDRAMAYU EditorPublik.com – Sebanyak 125 alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Indramayu mengikuti sosialisasi Program Magang ke Jepang yang digelar di BLK Indramayu, Selasa (1/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “1000 Alumni BLK Work in Japan” yang digagas Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Jawa Barat bekerja sama dengan 10 BLK dan Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota di Jawa Barat.

Melalui program tersebut, setiap kabupaten/kota ditargetkan dapat memberangkatkan sedikitnya 100 alumni BLK untuk mengikuti program pemagangan di Jepang. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan di BLK diberdayakan melalui penempatan kerja di sektor industri Jepang, khususnya di perusahaan otomotif seperti Isuzu dan Daihatsu.

Usai mengikuti sosialisasi, sebanyak 125 peserta menjalani tahapan seleksi awal berupa wawancara dan uji kemampuan fisik sebagai bagian dari proses rekrutmen.

Kepala BLK Kabupaten Indramayu, Sukirman, yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, mengatakan daerahnya selama ini dikenal sebagai salah satu kantong pekerja migran Indonesia yang masih didominasi sektor informal.

Melalui program magang ke Jepang ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia menuju sektor formal yang membutuhkan kompetensi dan keterampilan lebih tinggi. BLK harus mampu memberikan nilai tambah bagi lulusannya. Tidak hanya dapat bekerja di industri dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional,” ujar Sukirman, Kamis (2/7/2026)

Sementara itu, menurut Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, pihaknya bersama PT Brexa Indonesia akan menjadikan program pemagangan ke Jepang sebagai salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran di Jawa Barat.

Tahap awal program difokuskan pada rekrutmen alumni dari 10 BLK kabupaten/kota yang selama ini menjadi daerah penyumbang tenaga kerja migran sektor informal.

Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, menegaskan bahwa keberhasilan BLK tidak hanya diukur dari jumlah lulusan atau sertifikat yang diterbitkan, melainkan dari seberapa besar tingkat penyerapan lulusannya ke dunia kerja maupun kewirausahaan.

“Salah satu indikator penting keberhasilan BLK bukan hanya menghasilkan lulusan dan sertifikat, tetapi seberapa banyak alumni yang berhasil ditempatkan di industri atau menjadi wirausaha. Itulah tujuan utama Program 1000 Alumni BLK Work in Japan,” kata Benny.

Ia berharap, setelah target 100 peserta di setiap kabupaten/kota terpenuhi dan dinyatakan lolos seleksi, para bupati dan wali kota dapat melepas keberangkatan peserta secara resmi ke Jepang. Pemerintah daerah juga diharapkan mendukung program ini melalui penyelenggaraan pelatihan Bahasa Jepang di BLK masing-masing dengan dukungan anggaran daerah sebagai persiapan tenaga kerja magang.

BLK Kabupaten Indramayu

Menariknya, seluruh peserta Program “1000 Alumni BLK Work in Japan” tidak dipungut biaya. Seluruh kebutuhan pembiayaan hingga peserta diberangkatkan ke Jepang ditanggung terlebih dahulu oleh perusahaan mitra.

Skema tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, karena dapat meningkatkan penempatan kerja alumni BLK tanpa membebani APBD.

Selain itu, program ini dapat menjadi salah satu unggulan pemerintah kabupaten/kota dalam meningkatkan kualitas pelatihan BLK, penguatan sarana dan prasarana, sekaligus menjadi langkah nyata mengurangi angka pengangguran.

Kabupaten Indramayu menjadi daerah pertama yang melaksanakan sosialisasi dan rekrutmen Program “1000 Alumni BLK Work in Japan”.

Selanjutnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cirebon.

Melalui sinergi antara FKLPID Jawa Barat dan Dinas Tenaga Kerja di berbagai kabupaten/kota, program ini diharapkan mampu merealisasikan target 1.000 alumni BLK bekerja di Jepang sekaligus berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran di Jawa Barat. (ben)