Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Dikeluhkan Pedagang dan Warga
JAKARTA EditorPublik.com – Penumpukan sampah kembali terjadi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang dan warga sekitar akibat bau tidak sedap yang ditimbulkan dari dua titik gunungan sampah yang kian mengkhawatirkan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (27/3/2026) sore, tumpukan sampah terlihat menggunung di dua titik, yakni di bagian belakang pasar serta di area kios buah Blok C2. Ketinggian sampah bahkan dilaporkan telah mencapai lebih dari lima meter atau melebihi tiang lampu penerangan jalan di sekitar lokasi.
Sejumlah pedagang mengaku kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu bulan tanpa adanya penanganan yang optimal. Akibatnya, aktivitas jual beli menjadi terganggu, terutama karena aroma menyengat yang muncul saat cuaca panas.
“Baunya sangat menyengat, apalagi siang hari. Pembeli jadi enggan mendekat,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Selain menimbulkan ketidaknyamanan, kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan. Warga sekitar menyebut tumpukan sampah berpotensi menjadi sumber penyakit, terlebih saat musim hujan yang dapat mempercepat pembusukan dan penyebaran bakteri.
Pihak pengelola pasar dan instansi terkait sebelumnya disebut telah melakukan pengangkutan sampah secara berkala. Namun, volume sampah yang terus meningkat dinilai tidak sebanding dengan kapasitas pengangkutan yang tersedia.
Mengacu pada kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta, pemerintah daerah melalui dinas terkait memiliki tanggung jawab dalam memastikan sistem pengangkutan berjalan efektif, termasuk penyediaan fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak terkait mengenai langkah konkret untuk mengatasi penumpukan sampah tersebut secara permanen. Pedagang dan warga berharap pemerintah segera turun tangan agar kondisi pasar kembali bersih dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Penanganan cepat dan solusi jangka panjang dinilai mendesak dilakukan, mengingat Pasar Induk Kramat Jati merupakan salah satu pusat distribusi pangan terbesar di ibu kota yang menopang kebutuhan masyarakat luas.(Msk)

