Bekasi RayaBerita UtamaPendidikanPolitik

SPMB Kota Bekasi 2026: 15.936 Lulusan SD Tak Tertampung di SMP Negeri

KOTA BEKASI EditorPublik.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bekasi kembali dihadapkan pada persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) tahun ini masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas penerimaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang tersedia.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Bekasi, jumlah lulusan SD negeri dan swasta pada tahun 2026 mencapai 34.893 siswa, sementara total daya tampung seluruh SMP Negeri hanya 18.957 siswa. Dengan demikian, terdapat selisih 15.936 siswa yang berpotensi tidak tertampung di SMP Negeri.

Untuk diketahui, pada SPMB 2026, jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar ditetapkan maksimal 40 siswa, turun dari sebelumnya yang dapat mencapai 44 siswa per kelas. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan memungkinkan guru memberikan perhatian yang lebih optimal kepada siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, melalui Kepala Bidang SMP, Agus Enaf, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) sebagai salah satu solusi bagi lulusan SD yang tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.

“Untuk peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemerintah Kota Bekasi membuka program Rintisan Sekolah Swasta Gratis dengan kuota sekitar 4.000 siswa yang akan disebar di setiap kelurahan,” ujar Agus Enaf, Sabtu (30/5/2026).

BACA JUGA: SPMB 2026: Plt Kadisdik Kota Bekasi Minta Sekolah Aktif Dampingi Orang Tua Calon Siswa

Menurutnya, saat ini terdapat 58 sekolah swasta yang telah menyatakan kesediaannya mengikuti program tersebut. Seluruh sekolah peserta telah menandatangani surat pernyataan di atas materai, sementara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bekasi direncanakan berlangsung pada 8 Juni 2026.

Agus Enaf menambahkan, berdasarkan analisis tren dua tahun terakhir, tidak seluruh lulusan SD mendaftar ke SMP Negeri. Sebagian siswa memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta unggulan maupun ke sekolah di luar wilayah Kota Bekasi.

“Sesuai analisis dua tahun terakhir, sekitar 12,9 persen lulusan SD melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta bonafide, sedangkan sekitar 11,5 persen memilih bersekolah di luar Kota Bekasi,” katanya.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun daya tampung SMP Negeri masih jauh di bawah jumlah lulusan SD, sebagian kebutuhan layanan pendidikan dapat terakomodasi melalui sekolah swasta dan sekolah di luar daerah. Namun demikian, persoalan kesenjangan daya tampung tetap menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan sarana pendidikan di masa mendatang.

Dengan angka tersebut, daya tampung SMP Negeri Kota Bekasi saat ini hanya mampu mengakomodasi sekitar 54,3 persen dari total lulusan SD tahun 2026. Sisanya harus mengakses pendidikan melalui SMP swasta, program sekolah swasta gratis, atau sekolah di luar Kota Bekasi. (Meha)