HUT ke-7 RSUD Bantargebang, Komitmen Lebih Responsif dalam Pelayanan Kesehatan
KOTA BEKASI EditorPublik.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantargebang memperingati hari jadinya yang ke-7 dengan semangat memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, responsif, dan humanis kepada masyarakat.
Direktur RSUD Bantargebang, dr. Zulkifly Sanusi, M.H., mengatakan, hari jadi RSUD Bantargebang bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Namun, peringatan HUT rumah sakit dilaksanakan secara sederhana pada Kamis (20/8/2026).
“Ulang tahun RSUD Bantargebang sebenarnya bersamaan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus kemarin. Namun, perayaannya kami laksanakan secara sederhana hari ini,” ujar dr. Zulkifly Sanusi.
Menurutnya, peringatan tahun ini mengusung tema “Transformasi Hebat Menjadikan RSUD Bantargebang yang Hijau, Responsif, dan Bebas Plastik.”

Tema tersebut, kata dr. Zulkifly, tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi semangat untuk mendorong perubahan dalam berbagai aspek pelayanan rumah sakit.
“Responsif dalam arti seluruh pelayanan harus lebih responsif. Kami berharap ke depan RSUD Bantargebang dapat terus berkembang, baik dari sisi pelayanan maupun kualitas kesehatan yang diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat peningkatan pelayanan tersebut mulai terlihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat. Saat ini, kunjungan pasien mencapai sekitar 1.700 orang setiap bulan, dengan mayoritas merupakan peserta BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, beberapa capaian telah kita raih, salah satunya kunjungan pasien yang semakin meningkat. Artinya, masyarakat semakin percaya pada pelayanan kami,” ujarnya.
Selain peningkatan jumlah kunjungan, operasional RSUD Bantargebang juga mendapat dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dana kompensasi pengelolaan sampah Bantargebang.
“Sekitar 80 persen dukungan dana bersumber dari bantuan DKI Jakarta melalui dana kompensasi sampah Bantargebang. Sisanya berasal dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan APBD Kota Bekasi untuk pembiayaan rutin, termasuk gaji pegawai dan dokter spesialis,” jelasnya.
Dari sisi sumber daya manusia, saat ini RSUD Bantargebang memiliki sekitar 355 pegawai. Penambahan tenaga kerja dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kunjungan pasien sehingga pelayanan tetap dapat berjalan optimal.
“Penambahan karyawan RSUD Bantargebang ini untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan. Jangan sampai kami tidak bisa melayani dengan maksimal karena kekurangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi kapasitas layanan, RSUD Bantargebang saat ini memiliki sekitar 60 tempat tidur untuk pasien rawat inap, termasuk sekitar 32 tempat tidur untuk pasien dewasa.
Ke depan, dr. Zulkifly berharap RSUD Bantargebang semakin dipercaya masyarakat dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pemulung dan warga di sekitar kawasan Bantargebang.
“Semoga ke depan RSUD Bantargebang menjadi rumah sakit kepercayaan masyarakat, baik itu pemulung maupun masyarakat lainnya,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-7 RSUD Bantargebang tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Hadi Prabowo, S.Si.T., M.Sc., Direktur RSUD Bantargebang, dr. Zulkifly Sanusi, M.H., serta sejumlah tamu undangan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana dan kekeluargaan. Selain penyampaian sejumlah capaian serta komitmen peningkatan pelayanan, acara juga dimeriahkan dengan hiburan dan pembagian doorprize bagi pegawai dan karyawan RSUD Bantargebang.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran RSUD Bantargebang untuk memperkuat kebersamaan dan meneguhkan komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin responsif, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Meha)

