Berita UtamaBerita TerbaruPolitik

Menkeu Purbaya: Pendapatan Negara Tumbuh 19.1 Persen

JAKARTA EditorPublik.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 menunjukkan tren positif. Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Menurut Purbaya, pertumbuhan pendapatan negara ditopang oleh peningkatan penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang menunjukkan kinerja kuat di tengah mulai meredanya tekanan ekonomi global.

“Yang paling menarik adalah pendapatan pajak naik 22,1 persen. Jadi ada perbaikan yang signifikan di pajak dibandingkan dengan kondisi tahun lalu,” ujar Purbaya.

Dari total pendapatan negara sebesar Rp1.185 triliun, penerimaan perpajakan mencapai Rp958,2 triliun, sementara PNBP sebesar Rp226,4 triliun dan hibah Rp0,4 triliun.

Di sisi belanja, realisasi belanja negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen secara tahunan. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Pemerintah juga menerapkan strategi percepatan belanja agar manfaat APBN dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata sepanjang tahun.

Dengan perkembangan tersebut, APBN hingga Mei 2026 mencatat defisit sebesar Rp180,4 triliun atau sekitar 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meski demikian, kondisi fiskal dinilai tetap sehat dan terkendali.

Kementerian Keuangan mencatat keseimbangan primer kembali mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun. Kondisi ini menunjukkan pengelolaan fiskal yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Surplus keseimbangan primer sekarang Rp58,6 triliun, sudah positif lagi. Artinya anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Purbaya.

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel guna memperkuat stabilitas ekonomi nasional, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.(ton)