Berita UtamaBisnisKesehatanPolitikTeknologi

Program BERSIAP Latih 100 Penyandang Disabilitas Siap Kerja di Karawang

KARAWANG EditorPublik.com – Sebanyak 100 penyandang disabilitas akan mengikuti Program BERSIAP (Pelatihan dan Penempatan) yang bertujuan meningkatkan kesiapan kerja sekaligus memperluas akses mereka ke dunia industri di Kabupaten Karawang.

Program ini digagas oleh Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Inklusif Disabilitas (FKLPID) Jawa Barat dengan menggandeng Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN) melalui BERSIAP Academy. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi dengan Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, APINDO Kabupaten Karawang, serta didukung oleh DBS Foundation.

Sosialisasi program berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Kamis (18/6/2026), dan dihadiri sekitar 50 perusahaan, perguruan tinggi, organisasi penyandang disabilitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua FKLPID Jawa Barat, Benny Tunggul, mengatakan Karawang menjadi salah satu daerah dengan tingkat penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas tertinggi di Jawa Barat. Saat ini tercatat 143 penyandang disabilitas bekerja di 25 perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Menurut Benny, capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

“Informasi dari PPDI Kabupaten Karawang menyebutkan bahwa hampir seluruh angkatan kerja produktif penyandang disabilitas telah terserap bekerja. Ini menjadi indikator positif bahwa peluang kerja bagi penyandang disabilitas di Karawang terus terbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan paling sedikit 1 persen tenaga kerja penyandang disabilitas, sementara instansi pemerintah dan BUMN sebesar 2 persen.

Melalui BERSIAP Academy, para peserta akan mendapatkan berbagai pembekalan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Materi pelatihan meliputi orientasi dunia kerja industri, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) inklusif, simulasi kerja industri, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung produktivitas kerja.

CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait, Bersama Tim Program BERSIAP

Selain membekali peserta, program ini juga memberikan pendampingan dan mentoring kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas guna memperkuat praktik ketenagakerjaan yang inklusif.

Ketua Tim Bidang Disabilitas Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI, Asrian Darma Saputra, mengatakan pengembangan tenaga kerja inklusif merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

“Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong penguatan kelembagaan, transformasi Unit Layanan Disabilitas, peningkatan kesiapan kerja penyandang disabilitas, serta perluasan kemitraan sosial dan kampanye publik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, mengungkapkan bahwa sejak 2023 pihaknya aktif melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan agar membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Awalnya masih banyak perusahaan yang merasa belum siap. Namun kini sudah ada 25 perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Kami berharap ke depan semakin banyak industri yang terlibat sehingga kesempatan kerja semakin luas,” ujarnya.

Rosmalia menambahkan, dari sekitar 1.500 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Karawang, pemerintah daerah berharap setiap perusahaan setidaknya dapat memberikan kesempatan kerja kepada minimal satu penyandang disabilitas.

CEO dan Founder Koneksi Indonesia Inklusif, Marthella Sirait, menjelaskan bahwa Program BERSIAP dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam memasuki dunia kerja.

“Program ini menjadi jembatan antara kebutuhan tenaga kerja industri dan potensi besar yang dimiliki penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan mereka memiliki kompetensi dan kesiapan yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.

Dari total 100 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 50 orang berasal dari perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas. Sementara 50 peserta lainnya merupakan usulan dari PPDI Kabupaten Karawang dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Forum HRD Kawasan Industri Surya Cipta Karawang, Aris Tantyo, mewakili APINDO Kabupaten Karawang; Ketua APTISI Bekasi-Karawang, Yusrodi; Kepala BLK Kompetensi Jawa Barat, Acep Bambang S., yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat; jajaran pengurus PPDI Kabupaten Karawang; Rektor Universitas Horizon, Eindye Taufiq; serta pimpinan Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Sehati Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Bekasi. (ben)